Sabtu, 27 Juli 2013

Thariqah Alawiyah





video




Foto




http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=28320&catid=9


From : ilham sufi  

Assalamualaikum ya Waliullah Al Arif Billah Al Habib Munzir Al Musawwa....
Semoga habib beserta seluruh keluarga selalu dalam rahmat Allah dan sehat wal afiat...aamiin

Bila di Izinkan saya atas nama ilham beserta isteri Irnawati dari Sanggau Kalimantan Barat mohon ijazah khusus dan sempurna :


1. ijazah wirid dan dzikir2,,,mencakup hizb2,asma dan doa lain sbgainya... ijazah keilmuan dr habib, ijazah keguruan dr habib,  ijazah mahabbah, ijazah akhlak, ijazah Thoriqoh alawiyah

2. Doa kan ayah saya yg sedang sakit semoga cepat sembuh, di beri usia yang panjang dan bagus amal dan akhlaq nya..

3 Doakan semoga bisnis saya lancar dan semoga dengan kelancaran ini bisa saya manfa'atkan di jalan Allah dan semoga saya anak isteri saya dan keluarga saya selalu dalam naungan Thoriqoh Alawiyyah dalam Majelis Rasulullah dunia akhirat.

4. Do'akan ya Habib semoga Anak saya si kecil Alifah dan isteri saya jadi seorang Sufi yang Hafal Qur'an ( Hafizah )

Terima kasih ya Habib..

Wassalamu 'alaikum wr.wb.

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2013/07/18 22:01

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)

saudaraku tercinta, hamba belum pantas menjadi murid yg baik, bagaimana hamba menjadi guru, apaagi murabby, atau mursyid, apalagi walyullah, kita bersaudara dan saling menasihati karena Allah, namun sanad keguruan anda telah berpadu dg sanad keguruan hamba hingga kepada Rasul saw,

1. hamba Ijazahkan kepada anda dan istri sanad Alqur'anulkarim dalam tujuh Qira'ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab'ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu hamba terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw.

hamba ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua shaawat dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda dan istri, Ijazah sempurna yg hamba terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda dan istri selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahaya Munajat mereka. Amiin

2. hamba Ijazahkan pada anda dan istri sanad keguruan hamba kepada anda dan istri, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.

3. hamba Ijazahkan sanad mahabbah kepada anda dan istri, yg bersambung sanad (untaiannya) kepada Rasul saw hingga anda dan istri berpadu dalam orang orang yg dicinta Rasul saw,
wahai saudaraku, saya mencintai anda dan istri karena Allah, maka ucapkanlah setiap habis shalat : Allahumma a'inniy ala dzikrika, wasyukrika wa husni ibaadatika I(Wahai Allah, bantu aku dalam dzikirku pada Mu, dan bersyukur pada Mu, dan memperbaiki ibadah pada Mu).
ucapan ini hamba ijazahkan pada anda dan istri, dan saya terima dari guru mulia, dari guru beliau sampai pada Rasul saw, yg bersabda pada Sayyidina Muadz bin Jabal ra : Wahai Muadz, Aku mencintaimu karena Allah , maka ucapkanlah setiap selesai shalat : Allahumma a'inniy ala dzikrika, wasyukrika wa husni ibaadatika, maka kemudian sayyidina muadz ra mengucapkannya pada muridnya, dan muridnya mengucapkannya pada muridnya pula, demikian sanad ini hingga kini.

wahai saudaraku, hamba mencintai anda dan istri karena Allah swt, maka bacalah setiap habis shalat Allahumma a'inniy alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika. (Wahai Allah bantulah aku untuk memperbanyak dzikir pada Mu, dan memperbanyak syukur pada Mu, dan menyempurnakan ibadahku.).

4. hamba Ijazahkan sanad akhlak yg diucapkan oleh Rasul saw : Addabaniy rabbiy fa ahsana ta'diibiy (aku diajari akhlak oleh Allah dan sebaik baik akhlak adalah tuntunan akhlakku)
ketika mendengar ini sayyidina Ali kw berkata : aku beradab dg adabnya Rasul saw maka sebaik baik akhlak adalah tuntunan akhlakku (karena belajar akhlak dari Rasul saw), dan sanad selanjutnya memakai kalimat sayyidina Ali kw sebagaimana sanad ini sambung menyambung hingga imam hasan al bashri yg berkata : Aku beradab dg adabnya Ali bin Abi Thalib, dan Ali bin Abi Thalib berakhlak dg tuntunan nabi saw, maka sebaik baik baik akhlak adalah tuntunan akhlakku., demikian seterusnya sanad ini hingga kini.
hamba ijazahkan kepada anda dan istri, dari guru mulia kita, yg bersambung sanad akhlak ini hingga Rasul saw.

dikatakan orang yg mempunyai sanad akhlak ini, Allah tak akan mewafatkannya sebelum Allah bimbing akhlaknya sebaik baiknya, hingga ia wafat sudah berakhlak dg akhlak Rasul saw.

5. Saudaraku yg kumuliakan,
Thariqah alawiyah tidak dibutuhkan ijazah, dan ia adalah thariqah induk dari semua thariqah karena perpaduan antara syariah dan haqiqah/mkarifah, maka siapa saja yg berguru kepada mereka yg menjalankan thariqah alawiyyah maka mereka sudah masuk kedalam payung thariqah alawiyyah, sebagian besar indonesia ini berjalan dg thariah alawiyyah, mempelajari kitab kitab thariqah alawiyyah,

seperti ratib alattas, ratib alhaddad, wirdullatif, dll itu semua adalah dari ajaran thariqah alawiyyah, dan thariqah alawiyyah berjalan dg sunnah Rasul saw, dan tidak keluar dan mengada ada kecuali dg sandaran hadits hadits yg kuat, seperti maulid, tahlil dll itu semua mempunya sandaran dalil yg kuat, anda bisa mendownload buku saya : kenalilah akidahmu, jelas sudah bahwa thariqah alawiyyah selalu berjalan dalam manhaj nabawiy.

II. Allahumma rabbannaas, Isyfiy antassyaafi, wa 'aafiy antal mu'afiiy, Laa syifa'uk, syifaa'an laa yuhgaadiru saqaman wala alama, (Wahai Allah Tuhan seluruh manusia, sembuhkanlah dan Engkaulah Yang Maha Penyembuh, dan sehatkanlah Engkaulah Yang Maha Memberi kesehatan, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari kehendak Mu, kesembuhan yg tidak membawa akibat buruk dan pedih).
semoga Allah swt mengangkat penyakit ayahanda dan menggantikannya dg afiah dan kebahagiaan dunia dan akhirat, amiin

III. semoga Allah swt melimpahkan keberkahan dan membuka pintu pintu kemudahan pada anda saudaraku dalam mencari nafkah di Bumi Nya, Rabbiy curahkan padanya kemakmuran.., amin
dan menjadikan Putri anda kebanggaan bagi ayah bundanya dunia dan akhirat

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a'lam









http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=7&id=19278

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=10684&lang=id#10684

From :  Boediman

Assalamu'alaikum Tuan Guru yang mulia Habib Munzir Al-Musawa,

Apa bedanya ijazah secara khusus dan secara umum bib? 
Saya mohon ijazah dari Habib, Hizib Andarun. Bolehkah bib saya mengamalkan Hizb Andarun?

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


 
JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/11/08 20:49
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yg kumuliakan,

1. hampir semua doa tak perlu Ijazah, karena doa adalah meminta pada Allah, Ijazah diperlukan adalah guna izin saja dan memperkuat sanad (sanad=hubungan periwayat, dari fulan, kepada fulan, kepada fulan, sampai pada ujungnya), dari guru kepada kita bahwa kita boleh mengamalkannya,
misalnya murid ingin mengamalkan dzikir shalawat sebanyak 5 ribu kali setiap hari, maka gurunya akan melihat, wah.. dia ini (misalnya) siang hari sibuk bekerja, dan malam hari selalu begadang duduk dengan teman temannya dalam hal yg tak berarti, maka baiknya ia membaca dzikir itu dimalam hari, maka gurunya mengizinkannya membaca itu tapi di malam hari,

guru lebih tahu mana dzikir yg pantas cocok diamalkan mana yg tidak,

disamping itu Ijazah adalah juga menyambung sanad guru, yaitu hubungan ruh (jika tak jumpa dizamannya) antara sipembaca dengan yg membuat dzikir itu,

nah.. misalnya saya sudah punya ijazah suatu dzikir, maka saya sudah mempunyai hubungan dengan pemilik doa tsb walaupun belum pernah bertemu,

misalnya anda mempunyai Guru kyai fulan, guru anda membuat sebuah doa yg sangat mulia, saya ingin mengamalkannya, ya boleh saja, namun bukankah baiknya saya izin padanya?,
jika tidak sempat atau ia telah wafat, maka saya izin dari anda, karena anda muridnya, anda lebih tahu apakah doa itu dan kemuliaannya, maka anda mengijazahkannya (mengizinkannya) pada saya,

demikian ijazah dari para Imam Imam terdahulu diijazahkan pada muridnya demikinan berkesinambungan hingga kini,

kembali ke masalah saya ingin membaca doa yg dibuat guru anda, tentunya boleh saja saya membacanya tanpa izin pada anda, karena doa itu telah dicetak bebas misalnya, namun tentunya lebih sempurna jika saya sudah mendapat izin dari beliau atau muridnya yg telah mengamalkan doa itu,

sebagian besar doa adalah dari Rasul saw maka tak perlu ijazah apa2.

kembali pada awal jawaban saya bahwa hampir semua doa tak perlu ijazah, karena semuanya adalah doa pada Allah swt, namun dengan adanya ijazah maka lebih membawa kemuliaan karena terhubung dengan pembuatnya lewat muridnya, atau murid dari muridnya, demikian hingga sampai pada kita,

demikian indahnya syariah ini, sebagaimana makmum yg di shaff yg keseratus tetap mendapat pahala jamaah dan tetap bersambung pada shalat Imamnya, demikian shaf pertama melihat gerakan Imam, shaf kedua tidak melihat gerakan imam namun melihat gerakan makmum shaf pertama, lalu shaf ketiga melihat gerakan makmum shaf kedua, demikian dari generasi ke generasi ummat ini hingga kini, bersambung satu sama lain, demikian kita dengan para imam imam kita, demikian ahlussunnah waljamaah, kita bagaikan rantai yg tak terputuskan, jika bergerak satu mata rantai maka bergetar seluruh rantai hingga ujungnya.




2008/11/10 16:38

Maksud saya saya tak memiliki ijazahnya secara khusus, bahwa Guru Mulia saya tidak memberikan ijazah untuk hizb andalun, tapi beliau memberikan ijazah umum berupa seluruh doa para shalihin, yg itu berarti termasuk hizib andalun dan semua doa lainnya.

mengenai tex nya saya tidak menyimpannya, dan iapun terdapat beberapa versi, dan saya belum menemukan sanadnya yg tsigah

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,


Wallahu a'lam

 

 
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&catid=8&id=6657  


From : Hartono 
 
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Habib Mundzir yang saya mulyakan, semoga dalam kesehatan selalu.

Bib....apakah semua wirid / amalan boleh dilakukan tanpa adanya ijazah ?
 
Apakah ada pengecualian dengan wiridan khususiah, seperti Hizb atau amalan yang lainnya, sebab ada beberapa orang yang mengamalkan suatu amalan / wirid tertentu tanpa ijazah / adanya guru menjadi stress dll, bagaimana ini ?
apa penyebabnya ?
 

Apakah ini disebabkan karena niatnya bukan karena Alloh ?

Tapi bila ada niat karena Alloh tapi ada tujuan yang lain dan tanpa ijazah mengamalkannya bisa bikin stress juga ?

Ada juga yang mengibaratkan suatu ijazah itu seperti resep obat, bila kelebihan atau salah minum bisa over dosis, apakah seperti itu analoginya?

Lalu bib, mengenai syarat memberikan ijazah bila kita yang memberikannya tidak mengamalkan apakah bisa dikategorikan dalam ayat "Kaburo maktan indallahi an taquu luu maa laa taf'aluun"

Mohon Pencerahannya, Atas perhatian Habib saya ucapkan terima kasih.

Wassalam

 

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA
 
2007/08/30 00:50  
 
Alaikumsalamm warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan jiwa semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Dzikir, hizib, wirid, dan semua doa doa yg diajarkan oleh Rasul saw tak perlu dg ijazah, namun akan lebih besar keberkahannya jika dg ijazah sanadnya,

Mengenai dzikir yg dibuat oleh ulama ada dua macam, ada yg untuk umum, ada yg untuk kalangan khusus dari murid2nya, maka dzikir yg utk kalangan umum boleh diamalkan tanpa ijazah, dan bila dg ijazah maka lebih besar keberkahannya,

Dan dzikir yg dibuat oleh para ulama untuk kalangan khusus maka tak boleh dibaca kecuali ada ijazah / izin dari yg telah diizinkan oleh ulama tsb.

Mengenai memberikan ijazah bila kita yg tak memberikannya tidak mengamalkannya maka tidak bisa dikategorikan pd ayat itu, karena Rasul saw pun berbuat demikian, Rasul saw sering mengizinkan seseorang berbuat suatu ibadah padahal Rasul saw jarang melakukannya, misalnya Rasul saw suatu ketika mengizinkan seorang berpuasa Nabi Daud as (sehari puasa, sehari buka, demikian seterusnya), (Shahih Bukhari), namun Rasul saw tidak melakukannya kecuali sesekali saja.

Mengenai ayat itu adalah untuk ayat Jihad, mereka kaum munafikin ikut menyeru berjihad namun mereka sendiri tak mau berjihad,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

 

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=23509&catid=9

From :  Edy surahman
 
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Allahumma salli ala sayyidina muhammad wa ala aali sayyidina muhammad

Habib Munzir yang terhormat,
Saya mohon diberikan ijazah untuk doa-doa dan amalan yang ada di website ini, dan juga mohon diberikan izin untuk membagikannya pada teman-teman saya yg memerlukan, karena belum tentu mereka bisa browsing internet, kalaupun bisa browsing belum tentu mereka kemari, kalaupun kemari belum tentu mereka mendapatkan quota untuk meminta dan bertanya, mudah-mudahan habib mau untuk memberikan ijazah dan izin tersebut. amiin.

Wassalamualaikum Warahmatulillahi Wabarakatuh.

 
JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA
 
2009/09/03 11:45  
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur'an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
 

Saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita AL Hafidh Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, hizib, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin 
 
Untuk izin mengijazahkan, anda harus berhati hati dalam mengijazahkan, karena ijazah berarti berhubungan sanad, berarti anda siap bertanggung jawab dihadapan Allah swt kelak atas ijazah yg anda berikan padanya, namun selama ia orang baik baik, dan anda yakin tidak akan menyalahgunakan ijazah tsb, maka boleh diijazahkan tapi hanya doa doa dan dzikir, mengenai sanad keilmuan, saya belum bisa mengizinkan untuk diijazahkan kecuali ada hubungan langsung dg saya, hubungan perjumpaan atau hubungan surat seperti email, sms, atau web ini. 
 
Sanad keilmuan :  
Saya Ijazahkan kepada anda sanad Alqur'anulkarim dalam tujuh Qira'ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab'ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu saya terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia ALhafidh Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw. 
 
Sanad keilmuan ini sangat berat dan jarang sekali ulama yg mau mengijazahkannya, sebab jika orang tsb melenceng akidahnya, ia akan berhujjah bahwa ia sudah punya sanad muhadditsin, dan yg dirisaukan pula jika ditanya tentang sanadnya hingga keujungnya, misalnya sanad kepada Imam Bukhari, datang seseorang mengaku sudah mempunyai sanad kepada Imam Bukhari, maka ia harus bisa menunjukkan sanadnya dari guru ke guru hingga imam bukhari, maka ini berbahaya bagi anda, 
 
Namun jika sanad dzikir dan doa, maka hal itu tak menjadi perdebatan dan tidak bisa dimanfaatkan untuk berdebat atau berhujjah, berbeda dengan sanad keilmuan. 
 
Saya Ijazahkan sanad semua yg sudah diijazahkan di web ini, dan boleh diijazahkan pada orang yg anda percaya ia orang yg baik, namun saya belum mengizinkan anda mengijazahkan ijazah sanad keilmuan, sebagaimana tercantum diatas, ia adalah untuk anda saja.  Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

 
2009/09/04 11:04
 
Memang jika direnungkan per kalimat, ijazah ini sangat luhur, ia membuat kita terhubung ruh dg para shalihin dan itu merupakan kekuatan besar dalam kehidupan kita dan akhirat kita, sebagaimana sabda Nabi saw : Ruh adalah bagai pasukan yg berkelompok kelompok, jika saling kenal maka bersatu, jika saling tidak kenal maka berpisah, dg ijazah maka ruh bersatu dg semua jalur sanad ijazah tsb,  
 
Memang ada orang orang yg protes pada saya, koq semudah itu memberikan ijazah ruhiyah yg demikian banyak dan dahsyat, saya hanya menjawab bahwa saya tidak berani kikir pada anugerah yg Allah berikan pada saya, bagaimana tanggung jawab saya dihadapan Allah swt jika saya memutus/mempersulit hubungan seorang muslim pada para shalihin? 
 
Namun untuk sanad keilmuan maka saya tak berani memberinya kecuali pada yg langsung berhubungan dg saya lewat web, surat, atau jumpa. 
 
Perasaaan anda itu wajar, karena ruh bergetar dalam jiwa jika menghadapi perpaduan dg ruh ruh ribuan para wali dan Rasul saw, namun kelak anda akan tenang dan semoga hari hari kita semakin indah. 
 

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=2858&lang=en#2858

From : Ejaitem

Assalamu'alaikum Wr Wb

Habibana Mundzir yang di Rahmati Allah SWT

Saya yang miskin ini hendak bertanya, apakah yang dimaksud Habib dengan Ijazah, apakah ijazah ini dalam bentuk izin secara lisan atau izin secara qalb. Bagaimana adab untuk meminta ijazah dan apa syaratnya wahai Habib yang baik. Apakah wirid, ratib yang kita baca menjadi sia-sia apabila tidak memiliki ijazah.

Terima kash ya Habib, semoga limpahan dan curahan rahmat Allah SWT senantiasa tertuju pada Baginda Rasulullah SAW dan Habib Mundzir tercinta.

Wassalamu'alaikum Wr Wb


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2007/02/21 21:07  

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan semoga selalu menghiasi hari hari anda.


Saudaraku yg kumuliakan,

Ijazah adalah berasal dari kalimat Jaaz, Yajuuzu, yaitu diperbolehkan, Ijazah berarti izin untuk sesuatu, berbeda dengan makna Ijazah dalam bahasa indonesia yg berarti bukti pelulusan.

Nah.., seorang guru ketika muridnya misalnya ingin membaca suatu dzikir, maka guru akan melihat apakah dzikir itu baik atau buruk, apakah akan mengganggu aktifitasnya atau tidak, maka bila akan membawa kebaikan maka guru mengizinkannya, yaitu mengijazahkannya.

Ijazah adalah izin secara hati, (Qalbiyyah) namun boleh dilafadzkan dg lisan boleh dg tulisan atau dg isyarat yg memberi tanda bahwa ia sudah diizinkan.

Tak ada suatu adab khusus atau syarat khusus bagi seorang murid untuk minta izin mengamalkan sesuatu, namun tentunya dg kesopanan yg baik ia mendatangi gurunya dan minta izin (ijazah) untuk mengamalkan sesuatu.

Semua dzikir, ratib atau apapun yg kita baca tanpa ijazah tidak sia sia, tak perlu izin dan ijazah untuk mengamalkan hal hal yg sunnah, seperti ratib, Alqur'an, dan dzikir dzikir sunnah lainnya, namun ijazah sangat perlu bila ingin mengamalkna dzikir dzikir khusus lainnya, bila saya perjelas misalnya spt ini :

Anda ingin mengamalkan shalat malam sebanyak 100 rakaat setiap harinya, nah.. hal seperti ini boleh tanpa ijazah, namun lebih baiknya anda mencari guru untuk minta ijazah, karena Guru akan melihat apakah amalan itu cocok bagi anda atau akan mengganggu aktifitas anda, tentunya guru akan melihat keadaan anda, apakah sibuk bekerja atau santai, kalau sibuk bekerja maka tentunya guru akan melarang anda dan mungkin menggantikannya dg amalan lainnya,

Kiranya hal semacam itulah diperlukannya ijazah, kalau amal amal sunnah maka hal itu tak perlu ijazah, karena sudah Ijazah langsung dari Rasulullah saw untuk mengamalkan sunnah beliau saw.

Yang ada pada amalan sunnah itu bukan ijazah, tapi sanad, nah sanad ini memang sangat baik karena akan menambah cepatnya terkabul amalan kita oleh Allah swt bila kita sudah punya ijazah sanadnya, misalnya sanad membaca Alqur'an, sanad berdzikir, sanad bertasbih, dan doa doa lainnya.

Karena sanad adalah menguatkan dan memastikan kebenaran apa apa yg kita amalkan, suci dari amal yg dipalsukan, yg mana bisa saja pada suatu amalan yg dipalsukan dan diada adakan, namun dengan adanya sanad maka hal itu dapat dihindari.

Demikian saudaraku yg kumuliakan.



From :  Arul

Habib Munzir yg sy hormati, sy ingin bertanya sehubungan dengan thoriqoh ini.

1. Apakah Majelis Rasulullah ini memfasilitasi Thoriqoh Alawiyah, artinya kalo ingin bergabung bisa berkunjung ke majelisrasulullah yg habib pimpin, dan apakah habib Munzir bertindak sbg Mursyid dari thoriqoh alawiyah ini?

2 . Habib apakah benar kalo mengamalkan zikir itu harus hati2, katanya dalam zikir itu bisa mengandung khadam dan kalo tidak ada gurunya bisa berakibat tidak baik?lantas bagaimana sebaiknya buat sy sbg orang biasa yg ingin dekat dengan ALLAH SWT.

3. habib apakah bisa sy dekat dengan ALLAH SWT tanpa mengikuti thariqoh?

Terima kasih sebelumnya bib, Mohon selalu doa habib untuk kebaikan sy dan keluarga.

Wassalam

 

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2007/03/08 04:57 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan cahaya keluhuran semoga selalu menerangi hari hari anda,
 

Saudaraku yg kumuliakan, 

Majelis Rasulullah Saw bukan ajang tarekat manapun, majelis taklim ini adalah Medan Dakwah Nabi saw, untuk siapa saja, semua yg diajarkan adalah bimbingan Rasul saw, semua yg disampaikan adalah yg sejalan dengan dakwah Rasul saw secara umum, bukan untuk kelompok tertentu.
 

Dan saya bukan pula mursyid, istilah ini rasanya sudah tidak pernah terdengar dalam kalangan Tarekat alawiyyah, yg dikenal hanya Ulama, Fuqaha, Kyai, dll

2 . Tidak mesti risau, itu hanya omongan orang yg menakut nakuti saja, yg perlu dirisaukan adalah dzikir yg tak teriwayatkan dalam hadits, nah.. itu berbahaya, karena bisa saja membawa kebaikan atau sebaliknya, karena tak diketahui darimana sumbernya, kecuali bila sumbernya diketahui berawal oleh ulama yg terpercaya.
 

Anda boleh berdzikir sebanyak banyaknya, tak perlu ijazah dlsb selama niat anda bukan ingin yg aneh aneh, tapi bila niat anda ingin yg aneh aneh, seperti ingin menghilang, kebal, terbang, sakti, maka niat yg aneh aneh ini perlu dzikir yg aneh aneh pula.

3. Thoriqoh / Tarekat, bukan merupakan hal yg harus, ini hanya salah satu cara untuk lebih mudah mencapai khusyu dan keridhoan Allah swt., bukan hal yg wajib atau mesti.
 

Demikian saudaraku yg kumuliakan,
 

Wallahu a'lam


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=15593#15593

2008/06/25 22:21 

Makna Bai'at dan IJazah:

Bai'at adalah sumpah setia, bisa saja murid sumpah setia pada gurunya, anak pada ayahnya, atau teman pada temannya, namun yg saya kurang setuju jika bai'at ini diwajibkan, padahal bai'at dalam kelompok dzikir tak pernah diwajibkan bai'at, kenapa orang tak boleh ikut dzikir suatu kelompok kecuali harus sumpah setia dulu?,
 

Dalam tarekat alawiyin tak ada bai'at, kecuali sumpah setia murid pada gurunya jika mau, tak diwajibkan.
 

Mengenai Ijazah, asal mulanya adalah bahwa setiap doa doa yg bukan dari Hadits Rasul saw biasanya dibutuhkan ijazah.
 

Apakah makna ijazah?
ijazah itu izin yg diberikan guru pada muridnya.
 

Kenapa harus pakai Ijazah?, 

karena setiap guru memahami doa mana yg boleh dibaca, dan doa mana yg tak baik diamalkan, mungkin murid tak faham maknanya, namun guru akan tahu mungkin ada kalimat kalimat yg menyimpang dari syariah, atau ada kalimat yg salah hurufnya hingga merubah makna. 
Maka para guru guru kita selalu tidak membolehkan murid membaca doa kecuali dg Ijazah (izin). agar tidak terjerumus pd hal hal yg menyimpang dari syari'ah.. ah..alangkah indahnya penjagaan mereka menjaga ummat ini, namun ini menjadi sangka buruk dan tuduhan besar dengan mengecam bahwa ijazah itu bid'ah. 


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27578#27578
 

Saudaraku yg kumuliakan,
 

Sanad keguruan kita bersambung cabangnya pada Syeikh Samman dan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, namun saya tak menyebutkan nama mereka karena anda bisa bayangkan Rasul saw mempunyai 60 ribu sahabat, semuanya mempunyai rantai murid, dan generasi kedua sudah ratusa ribu tabi'in demikian generasi selanjutnya, maka semua yg sanad keguruannnya bersambung kepada Rasul saw sudah mesti terpadu dalam rantai sanad keguruan ini.

Sanad keguruan Syeikh Abdul Qadir Al jailani berpadu pada Thariqah alawiyah, namun beliau membuka thariqah qadiriyah untuk murid muridnya yg jauh darinya, dan ia dari kwtrunan sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib kw, berpadu pula sanadnya dg sanad keguruan kita pada Sayyidah Fatimah Azzahra ra dan Sayyidina Ali kw dari Rasul saw.


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27658#27658

Sanad Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa dalam WIRA'AH SAB'AH :

1. IMAM NAFI'
2. IMAM IBN KATSIR
3. IMAM ABI AMR
4. IMAM IBN AMIR,
5. IMAM ASIM,
6. IMAM HAMZAH
7. IMAM AL KASA'I


DARI GURU MULIA SAYA AL MUSNID AL ARIF BILLAH AL HABIB UMAR BIN MUHAMMAD BIN HAFID
DARI SYEIKH KHOLID BIN ABDUL AZIZ BIN ISMAIL AL MUUSHILIY AL IRAQIY
DARI SYEIKH ABDULLATIF BIN KHALIL BIN KHIDIR AL MUSILI
DARI{SYEH SYAIROZAD B ABDURROHMAN B TOHA)
DARI (SYEH ABDURROZAK MUHAMMAD AMMARAH)
DARI (SYEH ISMAIL B ABDUL A'L B AHMAD)
DARI (SYEH FAROJ ATIAH AL HADDAD)
DARI (SYEH IBRAHIM B MUHAMMAD B MUHAMMAD ALHILALI AL MUQRI)
DARI (SYEH MUHAMMAD B MUHAMMAD ALHILALI AL MUQRI)
DARI (SYEH AHMAD SYAROF )
DARI (SYEH YUSUF AJ'UR AS SYAFI'I)
DARI (ABDUL MUN'IM AL BANDARI)
DARI (SYEH SULAIMAN AS SYAHDAWI)
DARI (SYEH MUSTOFA AL MAIHIYYI)
DARI (SYEH MUHAMMAD AS SAMNUDI AL MUNIR)
DARI (SYEH ALI AR ROMLI)
DARI (SYEH MUHAMMAD AL BAQORI)
DARI (SYEH AHMAD AR ROSYIDI)
DARI (SYEH AHMAD AL BAQORI)
DARI (SYEH QURRO' MESIR MUHAMMAD B QOSIM AL BAQORI)
DARI (SYEH ABDRRAHMAN SYAHADZAH AL YAMANI)
DARI (SYEH SYAHADZAH AL YAMANI)
DARI (SYEH AHMAD B ABDUL HAQ AS SINBATI)
DARI (SYEH YUSUF B ZAKARIA AL ANSORI}
DARI (SYEIKHUL ISLAM ZAKARIA AL ANSORI)
DARI (SYEH AHMAD B ABUBAKAR AL QOLQILI, JUGA SYEIKH TOHIR B MUHAMMAD AN NUWAIRI,,JUGA SYEH AHMAD B ASAD AL AMYUTI,JUGA SYEH RIDWAN B MUHAMMAD AL UQBI,JUGA SYEH ABU NU'AIM AN NADZIRI)
MEREKA DR(SYEH IMAM AL QURRO' MUHAMMAD B MUHAMMAD B MUHAMMAD AL JAZARI)
DR(SYEH ABDURAHMAN B AHMAD AL BAQDADI)
DR(SYEH MUHAMMAAD B AHMAD B ABDUL KHOLIQ AS SHO'IGH)
DR(SYEH ABIL HASAN ALI B SYUJA' AL ABBASI )
DR(SYEH QIRO'AT IMAM ABUL QOSIM AS SYATIBI SOHIB KITAB SYATIBIAH)
DR(SYEH ABUL HASAN ALI B HUDZAIL AL ANDALUSI)
DR(SYEH SULAIMAN NAJAH)
DARI (SYEH IMAM QIRO'AT ABI AMR USMAN B SAID AD DHANI, SANADNYA SAMPAI IMAM2 QIROAT SAB'AH DI ATAS DARI MEREKA SAMPAI ROSULLAH TERTULIS DLM KTBYA AT TAISIR FI QIRO'AT SAB'AH, BAB DZIKIR ISNAD)


1.  SANAD QIRO'AH NAFI' :

(SYEH USMAN ADDHANI)
DR(SYEH AHMAD B UMAR B MUHAMMAD AL JIZI)
DR(SYEH MUHAMMAD B AHMAD MUNIR)
DR(SYEH ABDULLAH B ISA AL MADANI)DR(SYEH QOLUN)
DR(SOHIB QIRO'AH NAFI' B ABDURRAHMAN B ABI NU'AIM)
DR(ABU JA'FAR YAZID AL QO'QO' DAN ABU DAUD ABDURRAHMAN AL A'ROJDAN SYAIBAH B NASHOH DAN MUSLIM BIN JUNDUB DAN YAZID B RAUMAN)
MEREKA DR(ABU HURAIRAH,DAN IBN ABBAS DAN ABDULLAH B AYYAS)
MEREKA DR(UBAY BIN KA'AB)
DR(ROSULULLAH SAW)

2.  SANAD QIRO'AH IBN KATSIR :
 

(SYEH USMAN ADDHANI)
DR(ABU MUSLIM MUHAMMAD B AHMAD B ALI AL BAGHDADI)
DR(IBN MUJAHID)
DR(QUNBUL)
DR(ABIL HASAN AHMAD B MUHAMMAD AUN AL QOWWAS)
DR(WAHAB B WADHIH)
DR (ISMAIL B ABDULLAH AL QUSTHI)
DR(SYIBLI B ABBAD DAN MA'RUF MUSYKAN)
KEDUANYA DR (SOHIB QIRO'AH ABDULLAH B KATSIR AL MAKKI)
DR(ABDULLAH B SA'IB AL MAKHZUMI SOHIB NABI SAW, DAN MUJAHID B JABIR, DAN DIRBAZ MAULA IBN ABBAS). ABDULLAH B SA'IB
DR(UBAY B KA'AB)
DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN(MUJAHID DAN DIRBAZ)
DR(IBN ABBAS)
DR(UBAY B KA'AB DAN ZAID B TSABIT)
DR(ROSULULLAH SAW)

3.  SANAD QIRO'AH ABI AMR : 


(USMAN ADDHANI)DR(MUHAMMAD B AHMAD B ALI)
DR(ABU ISA MUHAMMAD B AHMAD B QOTN)
DR(SULAIMAN B KHOLLAD)
DR(AL YAZIDI)
DR(SOHIB QIRO'AH ABU AMR AL BASHRI)
DR(MUHAMMAD B JA'FAR AL QO'QO')
DR (YAZID B RAUMAN DAN ABDULLAH B KATSIR DAN MUJAHID B JABR DAN HASAN AL BASHRI)
MEREKA DR(UMAR B KHOTTOB DAN USTMAN B AFFAN DAN ALI B ABI THOLIB DAN ABDULLAH B ABBAS DAN UBAY B KA'AB DAN ZAID B TSABIT DAN ABI MUSA AL ASYARI)
MEREKA DR(ROSULULLAH SAW)

4.  SANAD QIRO'AH IBN AMIR :
 

(USMAN ADDHANI)
DR(MUHAMMAD B AHMAD)
DR(AHMAD B MUSA)
DR(AHMAD B YUSUF AT TAGHLABI)
DR(ABDULLAH B DZAKUN)
DR(AYYUB B TAMIM ATTAMIMI)
DR(YAHYA B HARIST ADZ DZOMARI)
DR(SOHIB QIRO'AHABDULLAH B AMIR B ZAID ASY SYAMI)
DR(ABI DARDA' UWAIR B ZAID DAN MUGHIROH B ABI SYIHAB).(ABU DARDA')
DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN (MUGHIROH)
DR(USMAN B AFFAN)
DR(ROSULULLAH SAW)

5.  SANAD QIRO'AH ASIM :
 

(USMAN ADDHANI)DR(MUHAMMAD B AHMAD B ALI)
DR(IBN MUJAHID)
DR(IBRAHIM B AHMAD B UMAR AL WAQI'I)
DR(UBAY)
DR(YAHYA B ADAM)
DR(ABUBAKAR)
DR(SOHIB QIRO'AH ASIM B ABI NAJUD AL KUFI)
DR(ABI ABDURRAHMAN ABDULLAH B HABIB AS SULAMI DAN ABU MARYAM ZIRRI B HUBAIS AL ASADI)
DAN MENGAMBIL(ABU ABDURRAHMAN )
DR(USMAN B AFFAN DAN ALI B ABI TOLIB DAN UBAY B KA'AB DAN ABDULLAH B MAS'UD DAN ZAID B TSABIT)
MEREKA DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN (ZIRRI)DR(USMAN B AFFAN DAN IBN MAS'UD)
DR(ROSULULLAH SAW)

6.  SANAD QIRO'AH HAMZAH :
 

(USMAN ADDHANI)
DR (MUHAMMAD B AHMAD)DR(IBN MUJAHID)
DR(IDRIS B ABDUL KARIM)
DR(KHOLAF B SULAIM
)DR(SOHIB QIRO'AH HAMZAH B HABIB AZZIAD AL KUFI ATTAMIMI)
DR(SULAIMAN B MAHRON AL AGHMAS DAN MUHAMMAD B ABDURRAHMAN ALQODHI DAN HAMRAN B A'YAN DAN TOLHA B MUHAMMAD DAN MUHAMMAD AL BAQIR B JA'FAR AS SHODIQ)
MENGAMBIL (AL AGHMAS DLL)
DR(YAHYA B WATSAB AL ASADI)
DR(AL QOMAH)
DR(IBN MAS'UD)
DR(ROSULULLAH SAW.)
SEDANGKAN (MUHAMMAD AL BAGIR)
DR(JA'FAR ASSHODIQ)
DR(ALI ZAINAL ABIDIN)DR(HUSIN B ALI)
DR(ALI B ABI TOLIB)
DR(ROSULULLAH SAW)

7.  SANAD QIRO'AH AL KASA'I :
 


(USMAN ADDHANI)
DR(ABDURRAHMAN B UMAR B MUHAMMAD AL MU'ADDALI)
DR(ABDULLAH B AHMAD)
DR(JA'FAR B MUHAMMAD AN NUSHOIBI)
DR(ABU UMAR ADDURI)
DR(SOHIB QIRO'AH ALI B HAMZAH AL KASA'I AL KUFI)
DR(HAMZAH B HABIB DAN ISA B UMAR AL HAMDANI)
MENGAMBIL (HAMZAH B HABIB)
DR(SULAIMAN B MAHRAN)
DR(YAHYA B WATSAB)
DR(AL QOMAH)DR(IBN MAS'UD)
DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN(ISA B UMAR AL HAMDANI)
DR(ASIM)
DR(TOLHA B MASROF)
DR(AL QOMAH)
DR(IBN MAS'UD)
DR (ROSULULLAH SAW)


SANAD DI ATAS BERSAMBUNG SAMPAI IMAM AL QIRO'AT MUHAMMAD B MUHAMMAD B MUHAMMAD AL JAZARI




1.  SANAD QIRO'AH ABI JA'FAR :

(MUHAMMAD B MUHAMMAD ALJAZARI)
DR(MUHAMMAD B ABDRRAHMAN ASSHOIGH)
DR(MUHAMMAD B AHMAD AS SHOIGH)
DR(ALI B SYUJA')
DR(AL GHAZNAWI)
DR(ABIL KAROM DAN MUHAMMAD B ABDULLAH B MUSABBIH AL FIDDHI DAN ABDULLAH B SIHAM DAN IBN BULAIMAH DAN AL FAHHAMDAN ABDUL BAQI B FARIS DAN ABU AMR ADDHANI)
DR(ABDL BAQI B HASAN ASY SYAMI)DR(MUHAMMAD B HARUN AR ROZI)
DR(SYUBAIB)
DR(SYADHAN B MUHAMMAD B HAITSAM)
DR(AHMAD B YAZID AL HALWANI)
DR(QOLUN)DR(ISA B WARDAN)
DR(SOHIB QIRO'AH ABU JA'FAR YAZID B AL QO'QO' AL MAGHZUMI)
DR (ABDULLAH B ABBAS DAN IBN ROBI'AH DAN ABI HUROIROH)
DR(UBAY BIN KA'AB)
DR(ROSULULLAH SAW)

2.  SANAD QIRO'AH YA'QUB AL HADROMI :


(MUHAMMAD B MUHAMMAD AL JAZARI)
DR(MUHAMMAD AS SHOIGH)
DR(ALI B SYUJA')
DR(MUHAMMAD B YUSUF AL GHAZNAWI)
DR(ABIL KAROM AL MUBAROK)
DR(AHMAD B HASYIM ASY SYAITO)
DR(AHMAD AL HIMAMI DAN ALI AL QODHI AL KARZINI)
DR(ABDULLAH B HASAN AN NAKHOSI DAN AL JAUHARI DAN IBN MUQSIM DAN ATH THIB)
DR(MUHAMMAD B HARUN B NAFI' AT TAMMAR)
DR(RUWAIS B MUHAMMAD AL MUTAWAKKIL)
DR(SOHIB QIRO'AH YA'QUB AL HADROMI)
DR(ABI MUNZIR SALAM B ABI SULAIMAN ATH THOWIL)
DR(SOHIB QIRO'AH ASIM DAN SOHIM QIRO'AH ABI AMR)
SANADNYA SAMPAI ROSULULLAH TELAH TERTULIS DI ATAS.

3.  SANAD QIRO'AH KHOLAF B HISYAM AL BAZZAR : 


(MUHAMMAD B MUHAMMAD ALJAZARI)
DR(MUHAMMAD B ABDURRAHMAN ASH SHOIGH)
DR(MUHAMMAD B AHMAD ASH SHOIGH)
DR(ALI B SYUJA')
DR(MUHAMMAD B YUSUF AL GHAZNAWI)
DR(ABIL KAROM TOHIR B SUAR)
DR(SYITHO)
DR(FARIS)
DR(AHMAD B ABDULLAH AS SUSANJARI DAN BAKAR BIN SYADHAN)
DR(MUHAMMAD B ABI AMR DAN ABIL HASAN AL BURSHOTHI)
DR(ISHAQ B IBRAHIM)
DR(USMAN B WARAQ AL MARZUQI AL BAGHDADI)
DR (SOHIB QIRO'AH KHOLAF B HISYAM AL BAZZAR)
DR(SULAIM)
DR(SOHIB QIRO'AH HAMZAH B HABIB AZ ZIYAD AL KUFI ATTAMIMI)
SANADNYA SAMPAI ROSULULLAH TELAH TERTULIS DIATAS.


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=25416#25416

SILSILAH SANAD THARIQAH ALAWIYAH HINGGA RASULULLAH SAW

'an syeikhunal kariim (dari guru mulia) Al Allamah Al Musnid Al habib Umar bin hafidh,
wa akhadza 'an (yg berguru dg mengambil ilmu dari) Al Allamah Almusnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi (simtuddurar),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa),
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdullah bin Husein bin Thohir,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Umar bin Seggaf Assegaf ,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Hamid bin Umar Ba’alawiy,
wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al Hafidh Ahmad bin Zein Alhabsyi,
wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al hafidh Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Umar bin Abdurrahman Alattas (Shohiburratib),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Husein bin Abubakar bin Salim,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Alhabib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin),
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Ali bin Abubakar (assakraan),
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah AL hafidh Alhabib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Hafidh Alhabib Abdurrahman Assegaf
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Muhammad Mauladdawilah,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Ali bin Alwi Alghayur,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Al Imam Alwi Alghayur,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al hafidh Al Imam Faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali bin Muhammad Shahib Marbath,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Khali' Qasam bin Alwi,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Alwi bin Muhammad,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammd bin Alwi,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Alwi bin Ubaidillah,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy,
wa akhadza 'an abiihi ayahnya Al Allamah Al Imam Isa Arruumiy bin Muhammad Annaqib
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Al Ureidhiy bin Jakfar Asshadiq,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Zainal abidin Assajjad,
wa akhadza 'an abiihi Al Imam Husein ra,
wa akhadza 'an abiihi Al Imam Ali bin Abi Thalib kw
wa akhadza 'an Sayyidina Rasulillah saw,

Sanad diatas saya ringkaskan satu jalur saja, sebab terdapat pecahan pada jalur setiap sanadnya yg banyak namun saya ambilkan satu jalur tunggal saja, karena jalurnya ada yg terpecah pecah demi semakin kuatnya sanad ini, karena setiap murid mempunyai beberapa guru dan beberapa guru ada yg berpadu pada sanad selanjutnya ada yg berjalur ke sanad lain menuju Rasulullah saw.






Cerita Masa Lalu




Pernah suatu hari ibu ku bercerita tentang masa remajanya. Setiap menjelang subuh hingga pagi hari ibu harus bekerja membantu orang tuanya cuci piring, cuci pakaian, menimba air pergi ke sungai dengan jarak yang cukup jauh mengisi bak mandi hingga penuh setelah itu baru bisa turun ke sekolah.... setelah pulang sekolah membantu orang tua di dapur dll.... semua itu dikerjakan dengan penuh kesabaran.




Suatu hari ibu pernah mengalami peristiwa aneh.... pada likur sepuluh hari akhir Ramadan mendadak kamar ibu ku terang benderang  dan mengira hari sudah siang... ibu bergegas pergi kedapur cuci piring... di sekeliling rumah hari sudah terang ayam dan itik berjalan perlahan, namun ada keganjilan tiap kali ibu ku menimba air mendadak seperti berlumpur, lebih anehnya lagi pohonan dan rerumputan di sekitarnya  sujud seluruhnya menghadap Kiblat...  selanjutnya ibu turun ke sungai menimba air tuk mengisi bak mandi. Keanehan terjadi lagi, air sungai seperti berhenti mengalir tidak bergerak ibu ku lari pulang menuju kamar ibu ketakutan. Orang tuanya terbangun dan menegur kenapa kerjanya malam hari... ibu ku menjawab dari dalam kamar hari sudah siang. Lalu di jawab sama orang tuanya '' apa kamu tidak lihat di sekeliling rumah hari masih gelap gulita ''. ibu kaget mendadak sekeliling kembali gelap gulita..... pada pagi harinya ibu berjalan melihat sekeliling rumah seperti tidak terjadi apa apa... tak lama kemudian lewat seorang nenek yang mengerti agama, ibu ku bertanya kenapa ya semalam semua pohon dan rerumputan ini rebah bersujud ke  kiblat dan sekarang tegak berdiri... nenek yang bijak itu berkata '' cucuku, pohon dan rumput disini tidak ada yang rebah semuanya tegak... kemudian berkata lagi '' cucuku... kamu sungguh beruntung telah bertemu malam Lailatul Qodar apakah kamu sempat berdoa meminta sesuatu kepada Allah ??  ibu ku menjawab... saya tidak tahu itu adalah malam Lailatu Qodar saya tidak sempat berdoa.


Di lain waktu saat ibu ku masih hidup pernah bercerita tentang masa lalu saat tinggal di kampung... dulu  kondisi kampung masih hutan belantara jarak antara rumahnya dengan tetangga lainnya cukup jauh dan dibelakang rumah banyak kuburan muslimin. Aku masih dalam kandungan usia kandungan baru 5 bulan. Keanehan sering terjadi setiap malam kamis dan malam jum'at menjelang subuh ibu ku sering dengar suara Azan, suara orang sholat berjama'ah hingga suara jama'ah zikir  لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ  Ibu ku penasaran tiap masuk waktu subuh suara itu hilang.... ibu pernah bertanya kepada ayah ku dan dia tidak mendengar suara aneh... ibu ku penasaran dan memberanikan diri mencari sumber suara itu....  ibu ku kaget ternyata suara itu datangnya dari belakang rumah kuburan kaum muslimin yang ada di belakang rumah bersinar terang kuburan itu penuh cahaya terang benderang.... Suara Azan, sholat berjama'ah hingga suara Tahlil Zikir itu terus menerus menggema dari dalam kuburan itu. Suara itu terus berlangsung sampai akhirnya aku lahir ke dunia suara itupun hilang tidak pernah terdengar lagi tuk selamanya.


Aku pernah ikut TQN Suryalaya yang mentalqin adalah KH. Muhammad Nur dari Pontianak... ku dengar Pak Wong seorang Pensiunan Polisi dari Sanggau sering ke Suryalaya dan bertemu Abah Anom... tidak lupa ku titip surat tuk disampaikan ke Abah minta do'anya... memang dulu aku pernah bercita cita ingin masuk AKMIL dan tidak tercapai... sebelumnya Pangersa Abah Anom pernah berkata ke Pak wong nanti aku ( Ilham ) kesini Kuliah ke IAILM Suryalaya Tasikmalaya terbukti di kemudian hari aku menimba ilmu disana... ini salah satu Karamah guru Mursyid ku yang istiqamah menjaga wudhunya, lisannya selalu basah dengan Zikrullah bahkan di dinding Madrasahnya tertulis di Larang merokok begitulah ciri Ulama ahli Syari'at dan Haqiqat dan beliau di akui oleh Ulama pada masanya sebagai Malikaz Zaman, Tajul Arifin, Sulthanul Awlia di zamannya....  
Aku ke Suryalaya bersama bibi. Saat itu di Suryalaya lagi ada Manaqiban Jama'ahnya luar biasa banyaknya, ku ikut menyimak pengajian itu hingga usai.... saat mau masuk kulihat seorang kepercaya'an Abah Anom terus memperhatikan ku terus di pintu gerbang Madrasah kemudian bertanya  '' andakah yang namanya Ilham ?? kami menerima perintah dari Abah tuk menunggu dan membawamu ke Madrasah... aku pun menganggukan kepala kemudian ku di bawa menuju madrasah Suryalaya  dan akhirnya aku bisa berjumpa dengan orang yang paling Allah cintai dan di cintai oleh Rasul Saw....


 
Selesai dari Madrasah Abah Anom bibi membawa ku silaturahmi ke rumah Mama Otin Putrinya Abah Anom.  Tak lama kemudian mama Otin membawa sebuah mangkuk putih berisi nasi putih, tempe, tahu dan kuah sayur pemberian langsung dari Pangersa Abah Anom khusus untuk ku dan perintah langsung dari Abah tuk langsung memakannya.... kuterima pemberian itu terus ku makan...





Waktu berjalan begitu cepat tak terasa saatnya wisuda... Ibu tercinta datang menjemput ku... Saatnya kembali menuju ke kampung halaman Sanggau KalBar.... bersama ibu tersayang menghadap Pangersa Abah Anom pamitan pulang dan mohon doa restu dari Pangersa Abah... terus Abah pun berpesan kepada ibu ku bahwa ilmu yang telah abah berikan agar di kembangkan di kampung halaman.. begitulah pesan guru ku...  sungguh sangat berat buat ku....

Suatu ketika kuterima Ijazah Saifi Hirzul Yamani dari Abah Anom di amalkan selama 40 hari pada saat itu usia ku baru 20 tahun, Amalan Saifi ini umumnya dibaca cukup 1 kali dalam sehari selama 40 hari tidak bersentuhan kulit dengan wanita. Namun kubaca lebih dari 70 kali dalam sehari... begitulah riadhoh itu ku lalui hingga usai... Suatu hari aku silaturahmi ke rumah putra tertua Abah yaitu KH. Dudun Nursaiduddin anehnya tiba-tiba beliau meminta ku mengurangi jumlah hitungan bacaan Saifi Hirzul Yamani... ya cukup di baca 3 kali saja terus beliau melihat tubuhku menyala seperti bara. Alm KH. Dudun Nursaiduddin bercerita dulu pernah ada di Suryalaya seorang ikhwan yang mendapatkan ijazah Saifi Hirzul Yamani dari Abah di amalkan cukup 1 kali saja dalam sehari tetapi dia mencoba membacanya sampai 3 kali mendadak tubuhnya kepanasan dan melompat ke kolam.... kemudian beliau berkata bersyukurlah kepada Allah telah di anugrahi kekuatan fisik...
 
 

Suatu malam ku bermimpi berenang di tengah samudra yang luas menyelam ke dalam samudera dan mendapatkan mutiaranya. Aneh esok harinya ingin jalan kaki ziarah ke makam wali saat itu baru liburan semester dan langsung mendapat do'a restu dari Pangersa Abah Anom saat itu tahun 2002....

Waktu itu aku bersama Subhan Fajri mahasiswa IAILM dari Cirebon dan Ahmad Zaky dari Losari Brebes diskusi banyak hal di kampus dan Obrolan pun berlanjut kepada kajian tasawuf dan sejarah tasawuf di masa Abah Sepuh. Salah satu mahasiswa berkata : hey kawan... bagaimana kalau kita napak tilas saja, ziarah jalan kaki ke makam Wali Songo sampai ke Madura. tuk mendapatkan barakah. terus sepakat kami bertiga menghadap Abah Anom.

Ketika menghadap Abah Anom beliau diam menunduk tawajjuh, kemudian Abah menunjuk sambil berkata ; kamu ( Subhan Fajri ) riadhoh mandi malam saja selama 40 hari, dan kamu ( Ahmad Zaky ) puasa kifarat selasa, rabu dan kamis, malam jumat melek, dan kamu yang ketiga ( Ilham ) silahkan berangkat napak tilas ..” setelah itu kami pamit dari madrasah dalam kebingungan, apalagi hanya aku seorang di izinkan Abah Anom berangkat sendirian, tidak sesuai dengan rencana awal berangkat
bersama..

Sambil terus berfikir, kami sepakat saling memotivasi harus menjalankan apa yang di izinkan oleh guru, walaupun sebenarnya berat bagiku karena memang belum pernah ke jawa apalagi ke Madura berjalan seorang diri.... dengan bekal uang hanya Rp. 55.000 Cukup tidak cukup siap dengan segala resikonya...
aku dah pasrah...
 

Aku berangkat diam-diam dari Suryalaya jam 5 sore jalan kaki menuju Panjalu ziarah disana kemudian pergi berjalan menuju Cirebon tuk beriarah ke Makam Sunan Gunung Jati kemudian ke Makam Syeikh Tolhah dan mampir di rumah sahabat Subhan Fajri tuk silaturahmi kepada orang tuanya.... kemudian melanjutkan perjalanan ke Brebes bertemu Ahmad Zaky ( yang mendapatkan izin puasa ) Zaky bersikeras ingin juga ikut napak tilas pergi menyusul dari Brebes Jawa tengah dan berjumpa dengan ku disana. Aku agak khawatir karena Zaky tidak di izinkan oleh Abah

Sampai ke Demak ziarah ke Makam Sunan Kalijaga kaki Zaky lecet dan mulai bengkak dan akhirnya dia menyerah kembali pulang ke Brebes naik mobil Bis, karena sudah tidak kuat lagi tuk berjalan. Ku berjalan terus menuju Jawa tengah dan Jawa Timur hingga akhirnya sampailah ke Pamekasan Madura. Selain ziarah ke makam wali songo tidak lupa ziarah ke makam para wali lainnya ziarah ke makam Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan, makam Sunan Pandanaran, Sunan Sendang Duwur, Syeikh Siti Jenar, Kyai Saleh Darat, Kyai Musyaffa Kaliwungu, Habib Abu Bakar As-Saqqaf Gresik, Syeikh Kholil Bangkalan dll... 

Aku tidur malam hari menginap di Masjid dan selesai sholat Subuh melanjutkan perjalanan ziarah bahkan tidak sedikit orang di jalan yang menawarkan naik mobilnya di sepanjang perjalanan selama ziarah berlangsung. Aku tetap berjalan kaki pulang pergi ziarah wali songo. selama 2 bulan lebih 10 hari dengan menghabiskan sekitar 7 sandal jepit pulang pergi dengan selamat sampai ketujuan...

Selama napak tilas aku tidak merasa kekurangan uang namun sebaliknya uang seadanya yang ku bawa itu terus saja bertambah banyak tidak habis tiap kali dipakai berbelanja baik itu makanan maupun minuman di warung atau pertokoan. Tiap kali singgah berbelanja makanan minuman banyak di perhatikan orang, selalu ada saja yang mereka pertanyakan mengenai arah tujuan terus memberi uang dan seterusnya, ada yang memberi sejumlah roti, indomie sampai tas yang ku bawa sudah tidak muat lagi, barang bawaan pun jadi bertambah berat tuk di bawa selama masa perjalanan ku bagikan lagi makanan minuman itu kepada para musafir tuk meringankan beban...  Seringkali selama berbelanja pemilik warung dan pertokoan minta di do'akan buat kelancaran usahanya dll...

Selama napak tilas banyak ku dengar masa ini ada 4 Wali Mursyid yang Masyhur dan banyak orang menyebutnya Sulthan Awlia di masa ini di antaranya adalah Alm. KH. Zaini Abdul Ghani Al-Aidrus ( Guru Sekumpul, Martapura Kalimantan Selatan ), Syaikh Nazim Adil Haqqani Al-Qubrusi An-Naqsbandi dari Cyprus Turkey, Al-Habib Abdul Qodir As-Saqqof dari Jeddah dan yang terakhir Sayyidi Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ( Abah Anom, Suryalaya Tasikmalaya ). Sulthan Awlia hanya satu di setiap masa tidak mungkin lebih dialah Wali Mursyid yang paling taqwa pada zamannya.














Aku bersama Ustaz Jufri bareng bersama anak istrinya Pamitan ke Abah Anom mau Pulang Ke Pontianak di tengah kondisi padatnya arus mudik Lebaran 2007. Sebelum berangkat Ustaz Jufri sempat telpon ke Pengurus tiket Tanjung Priok dapat kabar masih ada tiket namun sesampainya di Pelabuhan Tanjung Priok kaget bukan kepalang tidak kedapatan tiket lantaran tiket keburu habis di beli orang sedangkan barang yang dibawa banyak. Mau balik lagi ke Tasikmalaya tidak mungkin ongkos pas-pasan. Mereka ikhtiar mohon bantuan para petugas kapal agar bisa bantu mereka dapat naik dan ikut berangkat seperti yang lain pembayaran langsung di atas kapal, namun usahanya selalu sia-sia permintaan di tolak mentah-mentah tanpa belas kasih. Ketatnya pengawasan Kapal lantaran belum lama ada kasus tenggelamnya kapal Laut Senopati yang banyak memakan korban Jiwa, Kapal membawa angkutan melebihi kapasitas. ustaz jufri dan isterinya menangis sedih... anaknya yang masih bayi menangis keras. Aku duduk termenung hati perih, hati sakit. Hari sudah larut malam kapal siap mau berangkat tangga kapal sudah tertutup rapat....

Pakaian ku mulai basah di guyur Hujan, fikiran panik. pertanyaan besar datang dalam jiwa ini siapa guru ku... tidak sedikit Ulama meyakininya sebagai hamba Allah yang paling taqwa pada zamannya Sulthan Awlia pada masanya. Namun di lain pihak pun punya keyakinan yang sama mengenai Gurunya. Ada begitu banyak perbedaan dalam hal ini... ada yang meyakini sesungguhnya Mursyid dari Thoriqoh Alawiyah Al Habib Abdul Qodir As-Saqqof di Jeddah dialah sulthan Awlia pada masanya, di Thariqah Naqsbandi Haqqani pun punya keyakinan Syaikh Muhammad Nazim Adil  Haqqani adalah sulthan awlia di zamannya. Keyakinan dari jama'ah Thariqah Sammaniyyah yang meyakini Tuan Guru Sekumpul Syaikh Ahmad Zaini Abdul Ghani Al Aidrus Martapura pamungkasnya para wali, gauts zaman, al wali qutbil Akwan muncul tiap 200 tahun sekali, karamahnya begitu nyata...

Terlontar ucapan dari ku kepada Ustaz Jufri, Jika benar Pangersa Abah Anom itu Sulthan Awlia zaman ini pasti bisa masuk dengan kehendak Allah melalui perantaran berkah karomahnya….. jika kapal itu meninggalkan kita, ku berjanji tidak akan pernah mengakui Pangersa Abah Anom sebagai Sulthan Awlia walaupun seluruh ulama mengakuinya... ku hanya mengakuinya sebagai Wali Mursyid saja….. ku berdoa kepada Allah agar di tunjukkan siapa sebenarnya Pangersa Abah Anom jadikan aku sebagai salah satu saksi hidupnya... benarkah keyakinan orang-orang yang meyakininya sebagai Sulthan Awlia sejak tahun 2001 silam ??? bukan kah beliau hidup semasa dengan 3 Wali Mursyid Agung dari negeri yang jauh di sana namanya begitu harum masyhurnya di segala penjuru negeri... Dalam suatu pemerintahan hanya ada 1 raja, tidak mungkin ada 4 raja dalam satu pemerintahan pada waktu dan masa yang sama. 
 

Tunjukkanlah pada hamba yang lemah ini satu isyarat saja tuk bisa mengenalnya yakin seyakin-yakinnya tanpa syak wasangka bahwa beliau Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin sesungguhnya SULTHAN AWLIA MASA INI……Subhanallah beberapa menit kemudian dengan kehendak Allah SWT melalui perantaraan barokah karomah Pangersa Abah Anom beberapa menit kemudian kami di panggil para Petugas kapal secepatnya masuk ke dalam kapal lewat lantai  bawah karena tangga di atas kapal sudah di tutup rapat, untuk alas kasur dan makan di antar oleh para petugas kapal, kami bayar tiket kapal laut dengan harga yang terjangkau, tidak kena pemeriksaan karena memang dapat perlindungan langsung dari sebagian petugas kapal... mereka sangat menghormati kami hingga sampai tujuan dengan selamat...




Selama menjalani Thariqah Sufi, aku pernah mimpi yang aneh....
Suatu Malam ku bermimpi jumpa dengan guruku Pangersa Abah Anom... Dalam mimpi itu beliau sedang jalan dengan kursi rodanya di temani asistennya.... mendadak ibu jari kaki kanan beliau tersandung sebuah batu besar beliau pun merasakan sesuatu di ibu jari kaki kanannya sakit kemudian rasa itu naik berpindah dan terkumpul seluruhnya di telunjuk jari kanannya yang terus membengkak seperti sebuah bisul yang telah masak beliau terus komat kamit seperti membaca sesuatu kemudian pecahlah bisul itu, dari telunjuk jari kanan darah merah segar muncrat jatuh ke tanah. Ku ambil darah itu hingga tidak lagi tersisa setetes pun darah di
tanah semuanya ada di tangan kanan ku lalu ku tempel ke jidat ku berucap berkah karamah Pangersa Abah Anom.... ku terbangun dari tidur ku lihat jarum jam menunjukan sepertiga akhir malam..







Di lain waktu menjelang 4 bulan sebelum wafatnya Wali Mursyid Thariqah Sammaniyah Tuan Guru Sekumpul Sayyidi Ahmad Zaini Abdul Ghoni Al 'Aidrus Martapura Kalimantan Selatan. Ku Berjumpa beliau dalam mimpi... sebenarnya ku juga belum pernah jumpa, ku hanya tahu selama ini hanya dari fotonya... Dalam mimpi itu  ku datang silaturahmi ke Madhrasahnya... Di sana telah berkumpul para ulama dan habaib semuanya berjubah putih duduk mengitari beliau, wajah beliau pucat sangat kelelahan sepertinya hendak pergi jauh... ku duduk paling belakang ku lihat beliau pakai jubah putih tanpa kopiah tanpa sorban. Tuan Guru sekumpul seperti menyampaikan wasiat terakhir beliau kepada semua hadirin. setelah itu hadirin pun bubar pamitan pulang ke tempatnya masing-masing... Tuan Guru Sekumpul masuk kembali ke kamar pribadinya. Tinggal ku sendiri di ruang itu... dalam hati ku mengadu '' Ya Allah hamba yang lemah ini datang dari jauh ingin bersilaturahmi kepada orang yang Engkau kasihi namun beliau masuk ke dalam kamarnya ''. Mendadak beliau keluar dari kamarnya memakai kopiah dan bersorban putih.... beliau duduk tepat berada di depan ku lalu berkata ' ada hajat apa ananda kemari ?? ku jawab '' ingin menimba ilmu kepada Tuan Guru apapun itu ''. Tuan Guru Sekumpul menunduk tawajjuh kemudian beliau membuka mulutnya keluarlah dari mulut nya sekepal nasi ketan dan beliau letakkan di hadapan ku. Tuan Guru meminta ku tuk memakan nya hanya saja ku sedikit enggan ku lihat nasi ketan itu bercampur dengan air liurnya... namun karena itu perintah ku makan juga nasi ketan itu sampai habis. Beliau menangis dan menengadahkan tangannya ke langit memanjatkan doa dan dalam doanya beliau selalu mengucap berkah karamah Awlia Allah.... berkah karamah Awlia Allah... ku terbangun dari tidur baru ku sadar aku bermimpi... ku lihat jam waktu telah menunjukkan jam 2 malam... 

Tepat 4 bulan kemudian ku terima berita dari teman ku dia dapat kiriman sms dari teman yang juga ku kenal sedang berada di kampung halaman di Martapura, Tuan Guru Sekumpul baru saja meninggal dunia dan minta doa dari Abah Anom... saat itu saya bersama teman sedang ngobrol dengan cucu Abah Anom di halaman Madrasah.... cucunya Abah Anom juga membaca sms teman ku kemudian menyampaikan berita duka ke Pangersa Abah Anom dan Abah langsung berdoa saat itu juga...