Sabtu, 27 Juli 2013

Thariqah Alawiyah





video









http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=28320&catid=9


From : ilham sufi  

Assalamualaikum ya Waliullah Al Arif Billah Al Habib Munzir Al Musawwa....
Semoga habib beserta seluruh keluarga selalu dalam rahmat Allah dan sehat wal afiat...aamiin

Bila di Izinkan saya atas nama ilham beserta isteri Irnawati dari Sanggau Kalimantan Barat mohon ijazah khusus dan sempurna :


1. ijazah wirid dan dzikir2,,,mencakup hizb2,asma dan doa lain sbgainya... ijazah keilmuan dr habib, ijazah keguruan dr habib,  ijazah mahabbah, ijazah akhlak, ijazah Thoriqoh alawiyah

2. Doa kan ayah saya yg sedang sakit semoga cepat sembuh, di beri usia yang panjang dan bagus amal dan akhlaq nya..

3 Doakan semoga bisnis saya lancar dan semoga dengan kelancaran ini bisa saya manfa'atkan di jalan Allah dan semoga saya anak isteri saya dan keluarga saya selalu dalam naungan Thoriqoh Alawiyyah dalam Majelis Rasulullah dunia akhirat.

4. Do'akan ya Habib semoga Anak saya si kecil Alifah dan isteri saya jadi seorang Sufi yang Hafal Qur'an ( Hafizah )

Terima kasih ya Habib..

Wassalamu 'alaikum wr.wb.

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2013/07/18 22:01

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)

saudaraku tercinta, hamba belum pantas menjadi murid yg baik, bagaimana hamba menjadi guru, apaagi murabby, atau mursyid, apalagi walyullah, kita bersaudara dan saling menasihati karena Allah, namun sanad keguruan anda telah berpadu dg sanad keguruan hamba hingga kepada Rasul saw,

1. hamba Ijazahkan kepada anda dan istri sanad Alqur'anulkarim dalam tujuh Qira'ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab'ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu hamba terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw.

hamba ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua shaawat dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda dan istri, Ijazah sempurna yg hamba terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda dan istri selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahaya Munajat mereka. Amiin

2. hamba Ijazahkan pada anda dan istri sanad keguruan hamba kepada anda dan istri, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.

3. hamba Ijazahkan sanad mahabbah kepada anda dan istri, yg bersambung sanad (untaiannya) kepada Rasul saw hingga anda dan istri berpadu dalam orang orang yg dicinta Rasul saw,
wahai saudaraku, saya mencintai anda dan istri karena Allah, maka ucapkanlah setiap habis shalat : Allahumma a'inniy ala dzikrika, wasyukrika wa husni ibaadatika (Wahai Allah, bantu aku dalam dzikirku pada Mu, dan bersyukur pada Mu, dan memperbaiki ibadah pada Mu ).
 

ucapan ini hamba ijazahkan pada anda dan istri, dan saya terima dari guru mulia, dari guru beliau sampai pada Rasul saw, yg bersabda pada Sayyidina Muadz bin Jabal ra : Wahai Muadz, Aku mencintaimu karena Allah , maka ucapkanlah setiap selesai shalat : Allahumma a'inniy ala dzikrika, wasyukrika wa husni ibaadatika, maka kemudian sayyidina muadz ra mengucapkannya pada muridnya, dan muridnya mengucapkannya pada muridnya pula, demikian sanad ini hingga kini.

wahai saudaraku, hamba mencintai anda dan istri karena Allah swt, maka bacalah setiap habis shalat Allahumma a'inniy alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika. (Wahai Allah bantulah aku untuk memperbanyak dzikir pada Mu, dan memperbanyak syukur pada Mu, dan menyempurnakan ibadahku.).

4. hamba Ijazahkan sanad akhlak yg diucapkan oleh Rasul saw : Addabaniy rabbiy fa ahsana ta'diibiy (aku diajari akhlak oleh Allah dan sebaik baik akhlak adalah tuntunan akhlakku)
ketika mendengar ini sayyidina Ali kw berkata : aku beradab dg adabnya Rasul saw maka sebaik baik akhlak adalah tuntunan akhlakku (karena belajar akhlak dari Rasul saw), dan sanad selanjutnya memakai kalimat sayyidina Ali kw sebagaimana sanad ini sambung menyambung hingga imam hasan al bashri yg berkata : Aku beradab dg adabnya Ali bin Abi Thalib, dan Ali bin Abi Thalib berakhlak dg tuntunan nabi saw, maka sebaik baik baik akhlak adalah tuntunan akhlakku., demikian seterusnya sanad ini hingga kini.
hamba ijazahkan kepada anda dan istri, dari guru mulia kita, yg bersambung sanad akhlak ini hingga Rasul saw.

dikatakan orang yg mempunyai sanad akhlak ini, Allah tak akan mewafatkannya sebelum Allah bimbing akhlaknya sebaik baiknya, hingga ia wafat sudah berakhlak dg akhlak Rasul saw.

5. Saudaraku yg kumuliakan,
Thariqah alawiyah tidak dibutuhkan ijazah, dan ia adalah thariqah induk dari semua thariqah karena perpaduan antara syariah dan haqiqah/mkarifah, maka siapa saja yg berguru kepada mereka yg menjalankan thariqah alawiyyah maka mereka sudah masuk kedalam payung thariqah alawiyyah, sebagian besar indonesia ini berjalan dg thariah alawiyyah, mempelajari kitab kitab thariqah alawiyyah,

seperti ratib alattas, ratib alhaddad, wirdullatif, dll itu semua adalah dari ajaran thariqah alawiyyah, dan thariqah alawiyyah berjalan dg sunnah Rasul saw, dan tidak keluar dan mengada ada kecuali dg sandaran hadits hadits yg kuat, seperti maulid, tahlil dll itu semua mempunya sandaran dalil yg kuat, anda bisa mendownload buku saya : kenalilah akidahmu, jelas sudah bahwa thariqah alawiyyah selalu berjalan dalam manhaj nabawiy.

II. Allahumma rabbannaas, Isyfiy antassyaafi, wa 'aafiy antal mu'afiiy, Laa syifa'uk, syifaa'an laa yuhgaadiru saqaman wala alama, (Wahai Allah Tuhan seluruh manusia, sembuhkanlah dan Engkaulah Yang Maha Penyembuh, dan sehatkanlah Engkaulah Yang Maha Memberi kesehatan, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari kehendak Mu, kesembuhan yg tidak membawa akibat buruk dan pedih).
semoga Allah swt mengangkat penyakit ayahanda dan menggantikannya dg afiah dan kebahagiaan dunia dan akhirat, amiin

III. semoga Allah swt melimpahkan keberkahan dan membuka pintu pintu kemudahan pada anda saudaraku dalam mencari nafkah di Bumi Nya, Rabbiy curahkan padanya kemakmuran.., amin
dan menjadikan Putri anda kebanggaan bagi ayah bundanya dunia dan akhirat

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a'lam









http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=7&id=19278

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=10684&lang=id#10684

From :  Boediman

Assalamu'alaikum Tuan Guru yang mulia Habib Munzir Al-Musawa,

Apa bedanya ijazah secara khusus dan secara umum bib? 
Saya mohon ijazah dari Habib, Hizib Andarun. Bolehkah bib saya mengamalkan Hizb Andarun?

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


 
JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/11/08 20:49
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yg kumuliakan,

1. hampir semua doa tak perlu Ijazah, karena doa adalah meminta pada Allah, Ijazah diperlukan adalah guna izin saja dan memperkuat sanad ( sanad=hubungan periwayat, dari fulan, kepada fulan, kepada fulan, sampai pada ujungnya ), dari guru kepada kita bahwa kita boleh mengamalkannya,
misalnya murid ingin mengamalkan dzikir shalawat sebanyak 5 ribu kali setiap hari, maka gurunya akan melihat, wah.. dia ini ( misalnya ) siang hari sibuk bekerja, dan malam hari selalu begadang duduk dengan teman temannya dalam hal yg tak berarti, maka baiknya ia membaca dzikir itu dimalam hari, maka gurunya mengizinkannya membaca itu tapi di malam hari,
 

Guru lebih tahu mana dzikir yang pantas cocok diamalkan mana yang tidak,
 

Disamping itu Ijazah adalah juga menyambung sanad guru, yaitu hubungan ruh ( jika tak jumpa dizamannya ) antara sipembaca dengan yg membuat dzikir itu,
 

Nah.. misalnya saya sudah punya ijazah suatu dzikir, maka saya sudah mempunyai hubungan dengan pemilik doa tsb walaupun belum pernah bertemu,

misalnya anda mempunyai Guru kyai fulan, guru anda membuat sebuah doa yg sangat mulia, saya ingin mengamalkannya, ya boleh saja, namun bukankah baiknya saya izin padanya?,
jika tidak sempat atau ia telah wafat, maka saya izin dari anda, karena anda muridnya, anda lebih tahu apakah doa itu dan kemuliaannya, maka anda mengijazahkannya (mengizinkannya) pada saya,

demikian ijazah dari para Imam Imam terdahulu diijazahkan pada muridnya demikinan berkesinambungan hingga kini,

kembali ke masalah saya ingin membaca doa yg dibuat guru anda, tentunya boleh saja saya membacanya tanpa izin pada anda, karena doa itu telah dicetak bebas misalnya, namun tentunya lebih sempurna jika saya sudah mendapat izin dari beliau atau muridnya yang telah mengamalkan doa itu,

sebagian besar doa adalah dari Rasul saw maka tak perlu ijazah apa - apa.

kembali pada awal jawaban saya bahwa hampir semua doa tak perlu ijazah, karena semuanya adalah doa pada Allah swt, namun dengan adanya ijazah maka lebih membawa kemuliaan karena terhubung dengan pembuatnya lewat muridnya, atau murid dari muridnya, demikian hingga sampai pada kita,

demikian indahnya syariah ini, sebagaimana makmum yg di shaff yang keseratus tetap mendapat pahala jamaah dan tetap bersambung pada shalat Imamnya, demikian shaf pertama melihat gerakan Imam, shaf kedua tidak melihat gerakan imam namun melihat gerakan makmum shaf pertama, lalu shaf ketiga melihat gerakan makmum shaf kedua, demikian dari generasi ke generasi ummat ini hingga kini, bersambung satu sama lain, demikian kita dengan para imam imam kita, demikian ahlussunnah waljamaah, kita bagaikan rantai yang tak terputuskan, jika bergerak satu mata rantai maka bergetar seluruh rantai hingga ujungnya.




2008/11/10 16:38

Maksud saya saya tak memiliki ijazahnya secara khusus, bahwa Guru Mulia saya tidak memberikan ijazah untuk hizb andalun, tapi beliau memberikan ijazah umum berupa seluruh doa para shalihin, yang itu berarti termasuk hizib andalun dan semua doa lainnya.

mengenai tex nya saya tidak menyimpannya, dan ia pun terdapat beberapa versi, dan saya belum menemukan sanadnya yang tsigah


Wallahu a'lam

 

 
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&catid=8&id=6657  


From : Hartono   
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Bib....apakah semua wirid / amalan boleh dilakukan tanpa adanya ijazah ?
 
Apakah ada pengecualian dengan wiridan khususiah, seperti Hizb atau amalan yang lainnya, sebab ada beberapa orang yang mengamalkan suatu amalan / wirid tertentu tanpa ijazah / adanya guru menjadi stress dll, bagaimana ini ?
apa penyebabnya ?
 

Apakah ini disebabkan karena niatnya bukan karena Alloh ?

Tapi bila ada niat karena Alloh tapi ada tujuan yang lain dan tanpa ijazah mengamalkannya bisa bikin stress juga ?

Ada juga yang mengibaratkan suatu ijazah itu seperti resep obat, bila kelebihan atau salah minum bisa over dosis, apakah seperti itu analoginya?

Lalu bib, mengenai syarat memberikan ijazah bila kita yang memberikannya tidak mengamalkan apakah bisa dikategorikan dalam ayat "Kaburo maktan indallahi an taquu luu maa laa taf'aluun"

Wassalam

 

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA  
2007/08/30 00:50    
Alaikumsalamm warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yg kumuliakan,
Dzikir, hizib, wirid, dan semua doa doa yang diajarkan oleh Rasul saw tak perlu dg ijazah, namun akan lebih besar keberkahannya jika dengan ijazah sanadnya,

Mengenai dzikir yang dibuat oleh ulama ada dua macam, ada yang untuk umum, ada yang untuk kalangan khusus dari murid - muridnya, maka dzikir yang untuk kalangan umum boleh diamalkan tanpa ijazah, dan bila dengan ijazah maka lebih besar keberkahannya,

Dan dzikir yang dibuat oleh para ulama untuk kalangan khusus maka tak boleh dibaca kecuali ada ijazah / izin dari yang telah diizinkan oleh ulama tersebut.

Mengenai memberikan ijazah bila kita yang tak memberikannya tidak mengamalkannya maka tidak bisa dikategorikan pada ayat itu, karena Rasul saw pun berbuat demikian, Rasul saw sering mengizinkan seseorang berbuat suatu ibadah padahal Rasul saw jarang melakukannya, misalnya Rasul saw suatu ketika mengizinkan seorang berpuasa Nabi Daud as ( sehari puasa, sehari buka, demikian seterusnya ), ( Shahih Bukhari ), namun Rasul saw tidak melakukannya kecuali sesekali saja.

Mengenai ayat itu adalah untuk ayat Jihad, mereka kaum munafikin ikut menyeru berjihad namun mereka sendiri tak mau berjihad,

Wallahu a’lam






http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=27732#27732

From :  Abdul Rozaq

Habib munzir yang saya cintai, saya ingin bertanya mengenai Dzikir Ruh, Bagai manakah dalam Thariqah Alawiyah ??

Adakah ijazah buat saya mengenai hal ini, apakah guru mulia mengajarkan hal ini ??

Kalau ada mohon ijazah kalau memang saya sudah pantas untuk step selanjuat nya, terima kasih banyak wassalamu 'alaikum Wr wb..

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2012 / 01 / 07   11:55

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yang kumuliakan,

Dzikir ruh saya tidak berani mengijazahkannya, karena ia langsung menusuk hati dan menembusnya sampai ruh, hati menjadi gundah, sumpek, bumi dan dunia ini bagaikan berubah,

Nah,,, disini banyak orang MENJADI TIDAK WARAS karena ia mengamalkan DZIKIR RUH tanpa guru yang membimbingnya dengan jasad, saya harus berhadapan dengan anda dan menuntunnya selama beberapa waktu, dan khususnya dipertengahan akan terbuka alam Malakuut, dimana ruh melihat dan mendengar seluruh benda berdzikir, dan mulai melihat alam - alam lain, ada alam yang lautnya diatas bergemuruh dengan ombak dan langitnya dibawah, dan kita dtengan tengah, ada perjumpaan perjumpaan ruh dengan para shalihin yang sudah wafat atau masih hidup, dan jika tidak dibibimbing, MURID AKAN GILA karena tak tahan, atau lari menghindar ke hutan - hutan karena tak kuat melihat maksiat orang lain, padahal pada tahap selanjutnya ia justru bergaul dengan pendosa, dan pendosa mendapat rahmat dan hidayah darinya. Ada samudra cahaya subhanallah, ada matahari hidayah hamdalah, dan hal hal yang di luar alam keduniawian.

Saya pernah MENGAJARKANNYA pada SEORANG TEMAN seangkatan, sudah hampir 12 TAHUN ia masih BELUM SEMBUH DARI SAKIT KEJIWAANNYA.'

Namun, ada solusi, perbanyak shalawat Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad fil arwah, wa ala jasaadihi fil jasad, qa wa ala qabrihi fil qubur.

Shalawat ini menyingkap alam ruh dengan kemampuan pembacanya, saya ijazahkan padan anda, boleh dibaca kapan saja dan tanpa ada batas jumlah

salam rindu terindah






http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=23509&catid=9

From :  Edy surahman  
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Habib Munzir yang terhormat,
Saya mohon diberikan ijazah untuk doa-doa dan amalan yang ada di website ini, dan juga mohon diberikan izin untuk membagikannya pada teman-teman saya yg memerlukan, karena belum tentu mereka bisa browsing internet, kalaupun bisa browsing belum tentu mereka kemari, kalaupun kemari belum tentu mereka mendapatkan quota untuk meminta dan bertanya, mudah-mudahan habib mau untuk memberikan ijazah dan izin tersebut. amiin.

Wassalamualaikum Warahmatulillahi Wabarakatuh.

 
JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2009/09/03 11:45  

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur'an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
 
Saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita AL Hafidh Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, hizib, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin 
 
Untuk izin mengijazahkan, anda harus berhati hati dalam mengijazahkan, karena ijazah berarti berhubungan sanad, berarti anda siap bertanggung jawab dihadapan Allah swt kelak atas ijazah yg anda berikan padanya, namun selama ia orang baik baik, dan anda yakin tidak akan menyalahgunakan ijazah tsb, maka boleh diijazahkan tapi hanya doa doa dan dzikir, mengenai sanad keilmuan, saya belum bisa mengizinkan untuk diijazahkan kecuali ada hubungan langsung dg saya, hubungan perjumpaan atau hubungan surat seperti email, sms, atau web ini. 
 
Sanad keilmuan :  
Saya Ijazahkan kepada anda sanad Alqur'anulkarim dalam tujuh Qira'ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab'ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu saya terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia ALhafidh Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw. 
 
Sanad keilmuan ini sangat berat dan jarang sekali ulama yg mau mengijazahkannya, sebab jika orang tsb melenceng akidahnya, ia akan berhujjah bahwa ia sudah punya sanad muhadditsin, dan yg dirisaukan pula jika ditanya tentang sanadnya hingga keujungnya, misalnya sanad kepada Imam Bukhari, datang seseorang mengaku sudah mempunyai sanad kepada Imam Bukhari, maka ia harus bisa menunjukkan sanadnya dari guru ke guru hingga imam bukhari, maka ini berbahaya bagi anda, 
 
Namun jika sanad dzikir dan doa, maka hal itu tak menjadi perdebatan dan tidak bisa dimanfaatkan untuk berdebat atau berhujjah, berbeda dengan sanad keilmuan. 
 
Saya Ijazahkan sanad semua yg sudah diijazahkan di web ini, dan boleh diijazahkan pada orang yg anda percaya ia orang yg baik, namun saya belum mengizinkan anda mengijazahkan ijazah sanad keilmuan, sebagaimana tercantum diatas, ia adalah untuk anda saja.

Wallahu a'lam
 
2009/09/04 11:04
 
Memang jika direnungkan per kalimat, ijazah ini sangat luhur, ia membuat kita terhubung ruh dengan para shalihin dan itu merupakan kekuatan besar dalam kehidupan kita dan akhirat kita, sebagaimana sabda Nabi saw : Ruh adalah bagai pasukan yang berkelompok kelompok, jika saling kenal maka bersatu, jika saling tidak kenal maka berpisah, dengan ijazah maka ruh bersatu dengan semua jalur sanad ijazah tersebut,  
 
Memang ada orang orang yang protes pada saya, koq semudah itu memberikan ijazah ruhiyah yang demikian banyak dan dahsyat, saya hanya menjawab bahwa saya tidak berani kikir pada anugerah yang Allah berikan pada saya, bagaimana tanggung jawab saya dihadapan Allah swt jika saya memutus/mempersulit hubungan seorang muslim pada para shalihin ? 
 
Namun untuk sanad keilmuan maka saya tak berani memberinya kecuali pada yang langsung berhubungan dengan saya lewat website, surat, atau jumpa. 
 
Perasaaan anda itu wajar, karena ruh bergetar dalam jiwa jika menghadapi perpaduan dengan ruh ruh ribuan para wali dan Rasul saw, namun kelak anda akan tenang dan semoga hari hari kita semakin indah. 
 

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=2858&lang=en#2858


http://www.majelisrasulullah.org/forums/topic/thoriqoh-alawiyyah/

From : Ejaitem

Assalamu'alaikum Wr Wb
Apakah yang dimaksud Habib dengan Ijazah, apakah ijazah ini dalam bentuk izin secara lisan atau izin secara qalb. Bagaimana adab untuk meminta ijazah dan apa syaratnya wahai Habib yang baik. Apakah wirid, ratib yang kita baca menjadi sia-sia apabila tidak memiliki ijazah.

Wassalamu'alaikum Wr Wb


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2007/02/21 21:07  

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yg kumuliakan,

Ijazah adalah berasal dari kalimat Jaaz, Yajuuzu, yaitu diperbolehkan, Ijazah berarti izin untuk sesuatu, berbeda dengan makna Ijazah dalam bahasa indonesia yang berarti bukti pelulusan.

Nah.., seorang guru ketika muridnya misalnya ingin membaca suatu dzikir, maka guru akan melihat apakah dzikir itu baik atau buruk, apakah akan mengganggu aktifitasnya atau tidak, maka bila akan membawa kebaikan maka guru mengizinkannya, yaitu mengijazahkannya.

Ijazah adalah izin secara hati, ( Qalbiyyah ) namun boleh dilafadzkan dengan lisan boleh dg tulisan atau dengan isyarat yang memberi tanda bahwa ia sudah diizinkan.

Tak ada suatu adab khusus atau syarat khusus bagi seorang murid untuk minta izin mengamalkan sesuatu, namun tentunya dengan kesopanan yang baik ia mendatangi gurunya dan minta izin ( ijazah ) untuk mengamalkan sesuatu.

Semua dzikir, ratib atau apapun yg kita baca tanpa ijazah tidak sia sia, tak perlu izin dan ijazah untuk mengamalkan hal hal yang sunnah, seperti ratib, Alqur'an, dan dzikir dzikir sunnah lainnya, namun ijazah sangat perlu bila ingin mengamalkna dzikir dzikir khusus lainnya, bila saya perjelas misalnya seperti ini :

Anda ingin mengamalkan shalat malam sebanyak 100 rakaat setiap harinya, nah.. hal seperti ini boleh tanpa ijazah, namun lebih baiknya anda mencari guru untuk minta ijazah, karena Guru akan melihat apakah amalan itu cocok bagi anda atau akan mengganggu aktifitas anda, tentunya guru akan melihat keadaan anda, apakah sibuk bekerja atau santai, kalau sibuk bekerja maka tentunya guru akan melarang anda dan mungkin menggantikannya dengan amalan lainnya,

Kiranya hal semacam itulah diperlukannya ijazah, kalau amal amal sunnah maka hal itu tak perlu ijazah, karena sudah Ijazah langsung dari Rasulullah saw untuk mengamalkan sunnah beliau saw.

Yang ada pada amalan sunnah itu bukan ijazah, tapi sanad, nah sanad ini memang sangat baik karena akan menambah cepatnya terkabul amalan kita oleh Allah swt bila kita sudah punya ijazah sanadnya, misalnya sanad membaca Alqur'an, sanad berdzikir, sanad bertasbih, dan doa doa lainnya.

Karena sanad adalah menguatkan dan memastikan kebenaran apa - apa yg kita amalkan, suci dari amal yang dipalsukan, yang mana bisa saja pada suatu amalan yang dipalsukan dan diada adakan, namun dengan adanya sanad maka hal itu dapat dihindari.

Demikian saudaraku yang kumuliakan.



From :  Arul

Habib Munzir yang saya hormati, saya ingin bertanya sehubungan dengan thoriqoh ini.

1. Apakah Majelis Rasulullah ini memfasilitasi Thoriqoh Alawiyah, artinya kalo ingin bergabung bisa berkunjung ke Majelis Rasulullah yang habib pimpin, dan apakah habib Munzir bertindak sebagai Mursyid dari thoriqoh alawiyah ini ?

2 . Habib apakah benar kalau mengamalkan zikir itu harus hati - hati, katanya dalam zikir itu bisa mengandung khadam dan kalo tidak ada gurunya bisa berakibat tidak baik ?

lantas bagaimana sebaiknya buat saya sebagai orang biasa yang ingin dekat dengan ALLAH SWT.

3. habib apakah bisa saya dekat dengan ALLAH SWT tanpa mengikuti thariqah ?

Terima kasih sebelumnya bib, Mohon selalu doa habib untuk kebaikan saya dan keluarga.

Wassalam

 

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

2007/03/08 04:57 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
 

Saudaraku yg kumuliakan, 

Majelis Rasulullah Saw bukan ajang tarekat manapun, majelis taklim ini adalah Medan Dakwah Nabi saw, untuk siapa saja, semua yang diajarkan adalah bimbingan Rasul saw, semua yang disampaikan adalah yang sejalan dengan dakwah Rasul saw secara umum, bukan untuk kelompok tertentu.
 

Dan saya bukan pula mursyid, istilah ini rasanya sudah tidak pernah terdengar dalam kalangan Tarekat alawiyah, yang dikenal hanya Ulama, Fuqaha, Kyai, dan lain - lain.

2 . Tidak mesti risau, itu hanya omongan orang yang menakut nakuti saja, yang perlu dirisaukan adalah dzikir yang tak teriwayatkan dalam hadits, nah.. itu berbahaya, karena bisa saja membawa kebaikan atau sebaliknya, karena tak diketahui dari mana sumbernya, kecuali bila sumbernya diketahui berawal oleh ulama yang terpercaya.
 

Anda boleh berdzikir sebanyak banyaknya, tak perlu ijazah dan lain sebagainya selama niat anda bukan ingin yang aneh aneh, tapi bila niat anda ingin yang aneh - aneh, seperti ingin menghilang, kebal, terbang, sakti, maka niat yang aneh - aneh ini perlu dzikir yang aneh aneh pula.

3. Thariqah / Tarekat, bukan merupakan hal yang harus, ini hanya salah satu cara untuk lebih mudah mencapai khusyu dan keridhoan Allah swt., bukan hal yang wajib atau mesti.
 

Demikian saudaraku yang kumuliakan,
 

Wallahu a'lam




http://www.majelisrasulullah.org/forums/topic/wajibkah-mengikuti-aliran-thoriqoh/ 


From :  Hendra Fakhrurrozy

Assalamu ’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Wajibkah kita masuk salah satu aliran Thariqah?
Wassalamu ’alaikum

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR AL MUSAWA 

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Tiadalah seseorang memasuki dan mengikuti tarekat terkecuali selayaknya dengan niat untuk semakin dekat kepada Allah swt, dan tak ada syarat syarat tertentu yang syar’i untuk mengikuti sebuah tarekat, bila ada dari persyaratan persyaratan maka itu bukanlah syarat mutlak, namun berupa salah satu usaha agar para hadirin yang mengikutinya tak meremehkannya, atau iseng dan lain sebagainya, oleh sebab itu diadakan bai’at dan lain lain, hal semacam ini dimaksudkan agar para pengunjungnya lebih serius dan konsentrasi dalam berdzikir, karena pada hakekatnya setiap muslim, mukmin, boleh berdzikir dengan dzikir apapun dan kapanpun kepada Allah swt tanpa harus menunggu bai’at terlebih dahulu, namun sebagaimana yg saya katakan bahwa bai’at diada adakan demi keseriusan mereka, maka bole boleh saja namun bukanlah syarat mutlak.

Tidak wajib bagi kita mengikuti suatu tarekat, yang diwajibkan pada kita adalah berdzikir pada Allah swt, dan mengikuti apa apa yang telah diwajibkan oleh Allah dan Rasul Nya. 

Wallahu a’lam




http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=7940#7940

from : lastiono putro

1.Apa yang dinamakan Thoriqoh itu & bagaimana riwayatnya bisa bermuncullan thoriqoh2 itu.

2. Apakah kita bisa menganut lebih dari satu Thoriqoh ?

3. Dalam Thoriqoh ada bai'at, tapi dalam trorqoh alawyyin tidak ada kenapa bib? apakah bai'at itu mengikat seorang itu bib?

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2007/09/30 16:40

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yg kumuliakan

1. Mengenai awal adanya ilmu Tasawwuf adalah dibawa oleh Rasulullah saw, ilmu tasawwuf adalah ilmu penyucian jiwa dan hati, hal ini adalah salah satu intisari agama islam, karena dasar agama ini ditopang oleh 3 hal, yaitu Ilmu Tauhid, ilmu syariah, dan ilmu tasawwuf,

Ilmu tauhid adalah ilmu dasar agar orang tak menyembah selain Allah swt, dan bahwa Allah swt Maha Tunggal, Maha Abadi dg segala sifat kesempurnaan Nya swt,

Ilmu syariah adalah cara shalat, cara puasa dan seluruh ilmu ibadah, muamalah dan jinayat. mereka yg tak mempelajarinya maka keislamannya diragukan,

ilmu Tasawwuf adalah ilmu kesucian hati yg mesti ada pada diri setiap muslim, sifat sabar, syukur, jujur, menolong, dermawan, dan sifat sifat itu ada pd ilmu tasawwuf, maka yg tak memilikinya maka entah darimana ia akan sampai ke sorga?

Nah.. setelah semakin maraknya maksiat dan kerusakan ummat, maka para ulama mencipatakn suatu cara cara tertentu untuk lebih mengkhususkan pada ilmu tasawwuf, namun tentunya tak menafikan ilmu syariah, dan tak bertentangan dg syariah,

Mereka mengadakan dzikir bersama, doa bersama, dan hal hal yg menuju pada khusyu dan kedekatan pada Allah swt, hal inilah yg disebut Tarekat, dan masing masing ulama itu membuat Tarekatnya masing masing,

Ada tarekat yg cenderung dermawan yg dominan dalam ibadahnya, ada tarekat yg cenderung puasa yg dominan, ada yg dzikir, dan lain - lain.

2. Ada Thariqah yang memperbolehkannya dan ada yang tidak. yang memperbolehkannya beralasan bahwa berdzikir bersama siapa saja tak ada larangannya, dan yang tak memperbolehkannya beralasan agar tak berbeda guru hingga terpecah kekhusyuan dzikirnya.

3. Bai'at adalah sumpah setia, bisa saja murid sumpah setia pada gurunya, anak pada ayahnya, atau teman pada temanya, namun yg saya kurang setuju jika bai'at ini diwajibkan, padahal bai'at dalam kelompok dzikir tak pernah diwajibkan bai'at, kenapa orang tak boleh ikut dzikir suatu keompok kecuali harus sumpah setia dulu?,

Dalam tarekat alawiyin tak ada bai'at, kecuali sumpah setia murid pada gurunya jika mau, tak diwajibkan.





http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=17053#17053

 
from : iqbal Ahmed

Saya pernah di bai'at Thoriqoh Tijani, apakah benar apabila meninggalkan bacaan kan berdosa seperti kita meninggalkan shalat wajib, lalu saya sering mendengar para habaib punya Thoriqoh juga apakah orang awam boleh ikut thoriqoh habaib, lalu bacaan Thoriqoh Haba'ib apa saja ?

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/08/05 03:55

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku, masuk Thoriqah boleh saja, dan meninggalkannya pun tak apa, karena ia adalah jalan untuk mencapai khusyu' dan dekat pada Allah swt.

Saya mengikuti Thariqah Guru saya, dan Thariqah para habaib yaitu Thariqah alawiyyah, dan dzikir dzikir nya adalah semua dzikir Nabawiy dan juga dzikiran yg diamalkan muslimin indonesia saat ini, seperti maulid, tahlil, tawassul, tabarruk, semua itu adalah salah satu tuntunan Thoriqah Alawiyyah, ia adalah Induk dari semua Thariqah,


http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=19305#19305


from : Madi Albanjari

Saya belum ikut satu Thariqat apapun, memang sebelumnya kepengen ikut Thariqat Samaniyah tapi Al Magfur keburu sudah pulang kerahmattullah yakni Guru Sekumpul Martapura ,jadi tak sempat berbai'at pada beliu ,yang saya mau tanyakan apakah boleh diamalkan tanpa bimbingan guru ?

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/11/12 04:49

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yg kumuliakan,
Hal itu tidak wajib bagi setiap muslim, Thariqah, adalah suatu metode untuk mencapai khusyu' dalam dzikir dan agar dekat dengan Allah, bisa dengan Thariqah namun tak harus dengan Thariqah, dengan memperbanyak amal ibadah pun bisa.





from : Saeroji

Assalamualaikum Wr Wb
Habib saya ingin sekali dibaiat oleh Habib ,
Bagaimanakah caranya? saya sangat membutuhkan bimbingan untuk menjalani kehidupan ini di jalan yang di ridhoi ALLAH SWT .

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/09/17 12:16

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

saudaraku yg kumuliakan,
Bai'at adalah sumpah setia, dan hal itu bukan hal yg mesti dalam hubungan Iman, namun hubungan ruh dapat lebih kuat dari itu, kita saling bersatu karena Allah, hubungan cinta karena Allah sangat kuat dan tak bisa dipisahkan walau dg kematian, hubungan itu kekal dan abadi,

semoga Allah swt terus menguatkan hubungan ruh kita, juga dg para shalihin dan Muqarrabin, khususnya dengan Rasulullah saw


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=15593#15593

2008/06/25 22:21 

Makna Bai'at dan IJazah:

Bai'at adalah sumpah setia, bisa saja murid sumpah setia pada gurunya, anak pada ayahnya, atau teman pada temannya, namun yg saya kurang setuju jika bai'at ini diwajibkan, padahal bai'at dalam kelompok dzikir tak pernah diwajibkan bai'at, kenapa orang tak boleh ikut dzikir suatu kelompok kecuali harus sumpah setia dulu?,
 

Dalam tarekat alawiyin tak ada bai'at, kecuali sumpah setia murid pada gurunya jika mau, tak diwajibkan.
 

Mengenai Ijazah, asal mulanya adalah bahwa setiap doa doa yg bukan dari Hadits Rasul saw biasanya dibutuhkan ijazah.
 

Apakah makna ijazah?
ijazah itu izin yang diberikan guru pada muridnya.
 

Kenapa harus pakai Ijazah?, 

karena setiap guru memahami doa mana yang boleh dibaca, dan doa mana yang tak baik diamalkan, mungkin murid tak faham maknanya, namun guru akan tahu mungkin ada kalimat kalimat yang menyimpang dari syari'ah, atau ada kalimat yg salah hurufnya hingga merubah makna. 
Maka para guru guru kita selalu tidak membolehkan murid membaca doa kecuali dengan Ijazah ( izin ). agar tidak terjerumus pada hal hal yang menyimpang dari syari'ah.. ah... alangkah indahnya penjagaan mereka menjaga ummat ini, namun ini menjadi sangka buruk dan tuduhan besar dengan mengecam bahwa ijazah itu bid'ah. 



http://www.majelisrasulullah.org/forums/topic/pelaksanaan-ijasah/

From :   Ahmad Fithri Alif

Assalamualaikum wr wb,

Ya habib bagaimana jika sudah pernah dikasih ijasah tetapi tidak dikerjakan / diamalkan
dengan istikomah ?


Wassalamualaikum wr wb


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA


 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Ijazah adalah izin untuk mengamalkan sesuatu, bukan merupakan perintah, oleh sebab itu bila langsung akan diamalkan atau ditunda atau tak diamalkan sama sekali, hal itu kembali pada pribadi kita sendiri, tak ada dosa karena tak mengamalkannya.


wallahu a;lam


From :   Ahmad Syibli

Apakah pengijasahan via email seperti ini sah tanpa bermuwajahah atau face to face dan berjabat tangan, karena selama ini yang saya alami pengijasahan itu dalam satu keadaan langsung,


wassalamu’alaikum

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA





Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Mengenai Ijazah itu tetap sah dengan tertulis, yaitu dengan surat, email, sms, karena hal itu berupa izin saja, dan izin berpadu dengan yang diizinkan, sebagaimana para salaf kita mengijazahkan dengan surat, bersambungnya rahasia hubungan ruh dengan ruh yang tak bisa dibatasi dengan harus berjumpa.

Mengenai jabat tangan itu adalah Bai’at, maka Ijazah tak mesti demikian, dengan tulisan pun sah, sebagaimana Allah menurunkan Alqur’an kepada nabi saw dengan ucapan, namun Alqur’an sampai pada kita berupa tulisan, maka tulisan itupun tentunya Alqur’an.


Demikian pula hadits hadits nabi saw yang merupakan ucapan beliau saw, namun kita mentaatinya dan mendapatkan kemuliaannya dengan membaca tulisannya.
Sebagaimana Talak / cerai pun sah dengan tulisan.


wallahu a’lam


From :   Asri Bin Sapie

Assalamualaikum Ya Habib,


Saya peminat tasauf dari Malaysia, pernah mengamalkan Tariqat Qadiriah wan Naqsyabandiah dan mendapat ijazah untuk mengamalkan wirid-wirid tariqat tersebut. Tetapi sekarang saya tidak lagi mengamalkan wirid tersebut,sebaliknya bertukar ke wirid Hizb al Bahr. Soalan saya.

Adakah menjadi kesalahan bagi saya menukar amalan tersebut kepada amalan yang lain,karena saya tidak sanggup mengamalkannya karena terlalu berat dan tidak cocok buat saya.

Syukran Ya Habib


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA




Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Mengenai hal itu tak apa - apa, karena dzikir itu adalah hal yang sunnah, dan mengenai dzikir yang telah anda jalankan bila anda tak lagi melakukannya maka tak menjadi dosa, dan boleh - boleh saja menukarnya dengan amal yang lain.

wallahu a’lam


 
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=9709#9709


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA



2007/11/28 00:31



Saudaraku yg kumuliakan



Tariqah Alawiyyin adalah induk dari semua Thariqah, karena Thariqah Alawiyyin tidak keluar dari sunnah, tidak mengada adakan cara baru dalam beribadah kepada Allah swt,



Thariqah yg lain adalah suatu cara agar bisa lebih mendekat kepada Allah dg Ijtihad para guru guru makrifah.



Thariqah Alawiyyin tak mempunyai aturan kewajiban bai'at pada guru, karena itu tak pernah diajarkan oleh Rasul saw, dibolehkan berbai'at pada guru sebagai sumpah setia namun itu bukan syarat yg wajib.


Imam Thariqah Alawiyyah adalah Rasulullah saw, karena semua tuntunannya sesuai dengan sunnah, dan diteruskan oleh para Imam dan Huffadh dari Ahlul Bayt, dan KHALIFAHNYA DARI ZAMAN KE ZAMAN ADALAH QUTBUL AULIA DI SETIAP ZAMAN 


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27578#27578
 

Saudaraku yg kumuliakan,
 

Sanad keguruan kita bersambung cabangnya pada Syeikh Samman dan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, namun saya tak menyebutkan nama mereka karena anda bisa bayangkan Rasul saw mempunyai 60.000 sahabat, semuanya mempunyai rantai murid, dan generasi kedua sudah ratusan ribu tabi'in demikian generasi selanjutnya, maka semua yang sanad keguruannnya bersambung kepada Rasul saw sudah mesti terpadu dalam rantai sanad keguruan ini.

Sanad keguruan Syeikh Abdul Qadir Al jailani berpadu pada Thariqah alawiyah, namun beliau membuka thariqah qadiriyah untuk murid muridnya yang jauh darinya, dan ia dari keturunan sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib kw, berpadu pula sanadnya dengan sanad keguruan kita pada Sayyidah Fatimah Azzahra ra dan Sayyidina Ali kw dari Rasul saw.


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27658#27658

Sanad Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa dalam WIRA'AH SAB'AH :

1. IMAM NAFI'
2. IMAM IBN KATSIR
3. IMAM ABI AMR
4. IMAM IBN AMIR,
5. IMAM ASIM,
6. IMAM HAMZAH
7. IMAM AL KASA'I


DARI GURU MULIA SAYA AL MUSNID AL ARIF BILLAH AL HABIB UMAR BIN MUHAMMAD BIN HAFID
DARI SYEIKH KHOLID BIN ABDUL AZIZ BIN ISMAIL AL MUUSHILIY AL IRAQIY
DARI SYEIKH ABDULLATIF BIN KHALIL BIN KHIDIR AL MUSILI
DARI{SYEH SYAIROZAD B ABDURROHMAN B TOHA)
DARI (SYEH ABDURROZAK MUHAMMAD AMMARAH)
DARI (SYEH ISMAIL B ABDUL A'L B AHMAD)
DARI (SYEH FAROJ ATIAH AL HADDAD)
DARI (SYEH IBRAHIM B MUHAMMAD B MUHAMMAD ALHILALI AL MUQRI)
DARI (SYEH MUHAMMAD B MUHAMMAD ALHILALI AL MUQRI)
DARI (SYEH AHMAD SYAROF )
DARI (SYEH YUSUF AJ'UR AS SYAFI'I)
DARI (ABDUL MUN'IM AL BANDARI)
DARI (SYEH SULAIMAN AS SYAHDAWI)
DARI (SYEH MUSTOFA AL MAIHIYYI)
DARI (SYEH MUHAMMAD AS SAMNUDI AL MUNIR)
DARI (SYEH ALI AR ROMLI)
DARI (SYEH MUHAMMAD AL BAQORI)
DARI (SYEH AHMAD AR ROSYIDI)
DARI (SYEH AHMAD AL BAQORI)
DARI (SYEH QURRO' MESIR MUHAMMAD B QOSIM AL BAQORI)
DARI (SYEH ABDRRAHMAN SYAHADZAH AL YAMANI)
DARI (SYEH SYAHADZAH AL YAMANI)
DARI (SYEH AHMAD B ABDUL HAQ AS SINBATI)
DARI (SYEH YUSUF B ZAKARIA AL ANSORI}
DARI (SYEIKHUL ISLAM ZAKARIA AL ANSORI)
DARI (SYEH AHMAD B ABUBAKAR AL QOLQILI, JUGA SYEIKH TOHIR B MUHAMMAD AN NUWAIRI,,JUGA SYEH AHMAD B ASAD AL AMYUTI,JUGA SYEH RIDWAN B MUHAMMAD AL UQBI,JUGA SYEH ABU NU'AIM AN NADZIRI)
MEREKA DR(SYEH IMAM AL QURRO' MUHAMMAD B MUHAMMAD B MUHAMMAD AL JAZARI)
DR(SYEH ABDURAHMAN B AHMAD AL BAQDADI)
DR(SYEH MUHAMMAAD B AHMAD B ABDUL KHOLIQ AS SHO'IGH)
DR(SYEH ABIL HASAN ALI B SYUJA' AL ABBASI )
DR(SYEH QIRO'AT IMAM ABUL QOSIM AS SYATIBI SOHIB KITAB SYATIBIAH)
DR(SYEH ABUL HASAN ALI B HUDZAIL AL ANDALUSI)
DR(SYEH SULAIMAN NAJAH)
DARI (SYEH IMAM QIRO'AT ABI AMR USMAN B SAID AD DHANI, SANADNYA SAMPAI IMAM2 QIROAT SAB'AH DI ATAS DARI MEREKA SAMPAI ROSULLAH TERTULIS DLM KTBYA AT TAISIR FI QIRO'AT SAB'AH, BAB DZIKIR ISNAD)


1.  SANAD QIRO'AH NAFI' :

(SYEH USMAN ADDHANI)
DR(SYEH AHMAD B UMAR B MUHAMMAD AL JIZI)
DR(SYEH MUHAMMAD B AHMAD MUNIR)
DR(SYEH ABDULLAH B ISA AL MADANI)DR(SYEH QOLUN)
DR(SOHIB QIRO'AH NAFI' B ABDURRAHMAN B ABI NU'AIM)
DR(ABU JA'FAR YAZID AL QO'QO' DAN ABU DAUD ABDURRAHMAN AL A'ROJDAN SYAIBAH B NASHOH DAN MUSLIM BIN JUNDUB DAN YAZID B RAUMAN)
MEREKA DR(ABU HURAIRAH,DAN IBN ABBAS DAN ABDULLAH B AYYAS)
MEREKA DR(UBAY BIN KA'AB)
DR(ROSULULLAH SAW)

2.  SANAD QIRO'AH IBN KATSIR :
 

(SYEH USMAN ADDHANI)
DR(ABU MUSLIM MUHAMMAD B AHMAD B ALI AL BAGHDADI)
DR(IBN MUJAHID)
DR(QUNBUL)
DR(ABIL HASAN AHMAD B MUHAMMAD AUN AL QOWWAS)
DR(WAHAB B WADHIH)
DR (ISMAIL B ABDULLAH AL QUSTHI)
DR(SYIBLI B ABBAD DAN MA'RUF MUSYKAN)
KEDUANYA DR (SOHIB QIRO'AH ABDULLAH B KATSIR AL MAKKI)
DR(ABDULLAH B SA'IB AL MAKHZUMI SOHIB NABI SAW, DAN MUJAHID B JABIR, DAN DIRBAZ MAULA IBN ABBAS). ABDULLAH B SA'IB
DR(UBAY B KA'AB)
DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN(MUJAHID DAN DIRBAZ)
DR(IBN ABBAS)
DR(UBAY B KA'AB DAN ZAID B TSABIT)
DR(ROSULULLAH SAW)

3.  SANAD QIRO'AH ABI AMR : 


(USMAN ADDHANI)DR(MUHAMMAD B AHMAD B ALI)
DR(ABU ISA MUHAMMAD B AHMAD B QOTN)
DR(SULAIMAN B KHOLLAD)
DR(AL YAZIDI)
DR(SOHIB QIRO'AH ABU AMR AL BASHRI)
DR(MUHAMMAD B JA'FAR AL QO'QO')
DR (YAZID B RAUMAN DAN ABDULLAH B KATSIR DAN MUJAHID B JABR DAN HASAN AL BASHRI)
MEREKA DR(UMAR B KHOTTOB DAN USTMAN B AFFAN DAN ALI B ABI THOLIB DAN ABDULLAH B ABBAS DAN UBAY B KA'AB DAN ZAID B TSABIT DAN ABI MUSA AL ASYARI)
MEREKA DR(ROSULULLAH SAW)

4.  SANAD QIRO'AH IBN AMIR :
 

(USMAN ADDHANI)
DR(MUHAMMAD B AHMAD)
DR(AHMAD B MUSA)
DR(AHMAD B YUSUF AT TAGHLABI)
DR(ABDULLAH B DZAKUN)
DR(AYYUB B TAMIM ATTAMIMI)
DR(YAHYA B HARIST ADZ DZOMARI)
DR(SOHIB QIRO'AHABDULLAH B AMIR B ZAID ASY SYAMI)
DR(ABI DARDA' UWAIR B ZAID DAN MUGHIROH B ABI SYIHAB).(ABU DARDA')
DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN (MUGHIROH)
DR(USMAN B AFFAN)
DR(ROSULULLAH SAW)

5.  SANAD QIRO'AH ASIM :
 

(USMAN ADDHANI)DR(MUHAMMAD B AHMAD B ALI)
DR(IBN MUJAHID)
DR(IBRAHIM B AHMAD B UMAR AL WAQI'I)
DR(UBAY)
DR(YAHYA B ADAM)
DR(ABUBAKAR)
DR(SOHIB QIRO'AH ASIM B ABI NAJUD AL KUFI)
DR(ABI ABDURRAHMAN ABDULLAH B HABIB AS SULAMI DAN ABU MARYAM ZIRRI B HUBAIS AL ASADI)
DAN MENGAMBIL(ABU ABDURRAHMAN )
DR(USMAN B AFFAN DAN ALI B ABI TOLIB DAN UBAY B KA'AB DAN ABDULLAH B MAS'UD DAN ZAID B TSABIT)
MEREKA DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN (ZIRRI)DR(USMAN B AFFAN DAN IBN MAS'UD)
DR(ROSULULLAH SAW)

6.  SANAD QIRO'AH HAMZAH :
 

(USMAN ADDHANI)
DR (MUHAMMAD B AHMAD)DR(IBN MUJAHID)
DR(IDRIS B ABDUL KARIM)
DR(KHOLAF B SULAIM
)DR(SOHIB QIRO'AH HAMZAH B HABIB AZZIAD AL KUFI ATTAMIMI)
DR(SULAIMAN B MAHRON AL AGHMAS DAN MUHAMMAD B ABDURRAHMAN ALQODHI DAN HAMRAN B A'YAN DAN TOLHA B MUHAMMAD DAN MUHAMMAD AL BAQIR B JA'FAR AS SHODIQ)
MENGAMBIL (AL AGHMAS DLL)
DR(YAHYA B WATSAB AL ASADI)
DR(AL QOMAH)
DR(IBN MAS'UD)
DR(ROSULULLAH SAW.)
SEDANGKAN (MUHAMMAD AL BAGIR)
DR(JA'FAR ASSHODIQ)
DR(ALI ZAINAL ABIDIN)DR(HUSIN B ALI)
DR(ALI B ABI TOLIB)
DR(ROSULULLAH SAW)

7.  SANAD QIRO'AH AL KASA'I :
 


(USMAN ADDHANI)
DR(ABDURRAHMAN B UMAR B MUHAMMAD AL MU'ADDALI)
DR(ABDULLAH B AHMAD)
DR(JA'FAR B MUHAMMAD AN NUSHOIBI)
DR(ABU UMAR ADDURI)
DR(SOHIB QIRO'AH ALI B HAMZAH AL KASA'I AL KUFI)
DR(HAMZAH B HABIB DAN ISA B UMAR AL HAMDANI)
MENGAMBIL (HAMZAH B HABIB)
DR(SULAIMAN B MAHRAN)
DR(YAHYA B WATSAB)
DR(AL QOMAH)DR(IBN MAS'UD)
DR(ROSULULLAH SAW)
SEDANGKAN(ISA B UMAR AL HAMDANI)
DR(ASIM)
DR(TOLHA B MASROF)
DR(AL QOMAH)
DR(IBN MAS'UD)
DR (ROSULULLAH SAW)


SANAD DI ATAS BERSAMBUNG SAMPAI IMAM AL QIRO'AT MUHAMMAD B MUHAMMAD B MUHAMMAD AL JAZARI




1.  SANAD QIRO'AH ABI JA'FAR :

(MUHAMMAD B MUHAMMAD ALJAZARI)
DR(MUHAMMAD B ABDRRAHMAN ASSHOIGH)
DR(MUHAMMAD B AHMAD AS SHOIGH)
DR(ALI B SYUJA')
DR(AL GHAZNAWI)
DR(ABIL KAROM DAN MUHAMMAD B ABDULLAH B MUSABBIH AL FIDDHI DAN ABDULLAH B SIHAM DAN IBN BULAIMAH DAN AL FAHHAMDAN ABDUL BAQI B FARIS DAN ABU AMR ADDHANI)
DR(ABDL BAQI B HASAN ASY SYAMI)DR(MUHAMMAD B HARUN AR ROZI)
DR(SYUBAIB)
DR(SYADHAN B MUHAMMAD B HAITSAM)
DR(AHMAD B YAZID AL HALWANI)
DR(QOLUN)DR(ISA B WARDAN)
DR(SOHIB QIRO'AH ABU JA'FAR YAZID B AL QO'QO' AL MAGHZUMI)
DR (ABDULLAH B ABBAS DAN IBN ROBI'AH DAN ABI HUROIROH)
DR(UBAY BIN KA'AB)
DR(ROSULULLAH SAW)

2.  SANAD QIRO'AH YA'QUB AL HADROMI :


(MUHAMMAD B MUHAMMAD AL JAZARI)
DR(MUHAMMAD AS SHOIGH)
DR(ALI B SYUJA')
DR(MUHAMMAD B YUSUF AL GHAZNAWI)
DR(ABIL KAROM AL MUBAROK)
DR(AHMAD B HASYIM ASY SYAITO)
DR(AHMAD AL HIMAMI DAN ALI AL QODHI AL KARZINI)
DR(ABDULLAH B HASAN AN NAKHOSI DAN AL JAUHARI DAN IBN MUQSIM DAN ATH THIB)
DR(MUHAMMAD B HARUN B NAFI' AT TAMMAR)
DR(RUWAIS B MUHAMMAD AL MUTAWAKKIL)
DR(SOHIB QIRO'AH YA'QUB AL HADROMI)
DR(ABI MUNZIR SALAM B ABI SULAIMAN ATH THOWIL)
DR(SOHIB QIRO'AH ASIM DAN SOHIM QIRO'AH ABI AMR)
SANADNYA SAMPAI ROSULULLAH TELAH TERTULIS DI ATAS.

3.  SANAD QIRO'AH KHOLAF B HISYAM AL BAZZAR : 


(MUHAMMAD B MUHAMMAD ALJAZARI)
DR(MUHAMMAD B ABDURRAHMAN ASH SHOIGH)
DR(MUHAMMAD B AHMAD ASH SHOIGH)
DR(ALI B SYUJA')
DR(MUHAMMAD B YUSUF AL GHAZNAWI)
DR(ABIL KAROM TOHIR B SUAR)
DR(SYITHO)
DR(FARIS)
DR(AHMAD B ABDULLAH AS SUSANJARI DAN BAKAR BIN SYADHAN)
DR(MUHAMMAD B ABI AMR DAN ABIL HASAN AL BURSHOTHI)
DR(ISHAQ B IBRAHIM)
DR(USMAN B WARAQ AL MARZUQI AL BAGHDADI)
DR (SOHIB QIRO'AH KHOLAF B HISYAM AL BAZZAR)
DR(SULAIM)
DR(SOHIB QIRO'AH HAMZAH B HABIB AZ ZIYAD AL KUFI ATTAMIMI)
SANADNYA SAMPAI ROSULULLAH TELAH TERTULIS DIATAS.


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=25416#25416

SILSILAH SANAD THARIQAH ALAWIYAH HINGGA RASULULLAH SAW

'an syeikhunal kariim (dari guru mulia) Al Allamah Al Musnid Al habib Umar bin hafidh,
wa akhadza 'an (yg berguru dg mengambil ilmu dari) Al Allamah Almusnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi (simtuddurar),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa),
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdullah bin Husein bin Thohir,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Umar bin Seggaf Assegaf ,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Hamid bin Umar Ba’alawiy,
wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al Hafidh Ahmad bin Zein Alhabsyi,
wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al hafidh Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Umar bin Abdurrahman Alattas (Shohiburratib),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Husein bin Abubakar bin Salim,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Alhabib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin),
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Ali bin Abubakar (assakraan),
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah AL hafidh Alhabib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Hafidh Alhabib Abdurrahman Assegaf
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Muhammad Mauladdawilah,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Ali bin Alwi Alghayur,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Al Imam Alwi Alghayur,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al hafidh Al Imam Faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali bin Muhammad Shahib Marbath,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Khali' Qasam bin Alwi,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Alwi bin Muhammad,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammd bin Alwi,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Alwi bin Ubaidillah,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy,
wa akhadza 'an abiihi ayahnya Al Allamah Al Imam Isa Arruumiy bin Muhammad Annaqib
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Al Ureidhiy bin Jakfar Asshadiq,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Zainal abidin Assajjad,
wa akhadza 'an abiihi Al Imam Husein ra,
wa akhadza 'an abiihi Al Imam Ali bin Abi Thalib kw
wa akhadza 'an Sayyidina Rasulillah saw,

Sanad diatas saya ringkaskan satu jalur saja, sebab terdapat pecahan pada jalur setiap sanadnya yg banyak namun saya ambilkan satu jalur tunggal saja, karena jalurnya ada yg terpecah pecah demi semakin kuatnya sanad ini, karena setiap murid mempunyai beberapa guru dan beberapa guru ada yg berpadu pada sanad selanjutnya ada yg berjalur ke sanad lain menuju Rasulullah saw.